Bekali 195 Calon Jemaah Haji Maritengngae, H. Abd. Rahim: Senantiasa Berbaik Sangka Dan Jaga Keseimbangan Habluminallah–Habluminannas
Kontributor
Pangkajene (Kemenag Sidrap) – Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kecamatan Maritengngae musim haji 1447 H/2026 M digelar di Masjid Raya Pangkajene, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pembekalan bagi 195 jemaah calon haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dalam suasana yang penuh khidmat, para jemaah mendapatkan penguatan materi tidak hanya seputar tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji, tetapi juga peneguhan nilai-nilai spiritual dan sosial yang harus melekat dalam diri setiap calon tamu Allah.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam manasik tersebut adalah pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) di setiap proses ibadah. Jemaah diingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik dan ritual, melainkan perjalanan hati yang menuntut kematangan sikap dan akhlak. Hubungan sosial yang baik harus tetap terjaga, baik sebelum keberangkatan, saat berada di Tanah Suci, maupun setelah kembali ke tanah air.
Selain itu, jemaah juga diajak untuk senantiasa berbaik sangka dalam setiap tahapan perjalanan. Dinamika dan ujian selama pelaksanaan ibadah haji merupakan bagian dari proses pembelajaran spiritual. Karena itu, setiap jemaah perlu menyiapkan ruang ikhlas dan sabar dalam diri, serta menghindari sikap sombong maupun berburuk sangka terhadap takdir Allah SWT.
Kegiatan manasik ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, sebagai bentuk komitmen pelayanan yang inklusif dan berkeadilan. Semangat tersebut diharapkan mendorong lahirnya kepedulian, empati, dan sikap saling membantu antarsesama jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Materi penguatan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Rahim, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Sidrap. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keseimbangan antara habluminallah dan habluminannas menjadi kunci meraih predikat haji mabrur.
“Selain memperbaiki hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama juga harus dijaga. Siapkan hati yang ikhlas dan sabar, jangan sombong, serta hindari berburuk sangka terhadap ketentuan Allah. Insya Allah, dengan sikap itu, kita akan kembali sebagai haji yang mabrur,” pesannya di hadapan para jemaah.
Melalui manasik terintegrasi ini, diharapkan seluruh jemaah memiliki kesiapan lahir dan batin, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan.(ww)