Bimas Buddha Sulsel : PERMABUDHI Perkuat Pelayanan Dan Kerukunan Umat Melalui Temu Umat Buddha
Kontributor
Makassar, Kemenag Sulsel — Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan pembinaan umat melalui kegiatan Temu Umat Buddha Sulsel yang diselenggarakan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan di Golden Suki, Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah anjangsana lintas majelis dan rumah ibadah agama Buddha se-Sulawesi Selatan dalam rangka memperkuat pelayanan, eksistensi umat, serta kontribusi umat Buddha dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PERMABUDHI, Prof. Philip K. Widjaja, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Sulsel Sumarjo, S.Ag., M.M., Ketua PERMABUDHI Makassar Suzanna, S.E., M.Pd., pimpinan majelis, pengurus vihara dan klenteng, serta jajaran pengurus PERMABUDHI Sulsel.
Ketua Umum PERMABUDHI, Prof. Philip K. Widjaja, dalam arahannya menyampaikan bahwa PERMABUDHI selama delapan tahun terakhir telah hadir dan berperan aktif di 37 provinsi sebagai representasi umat Buddha Indonesia. Peran tersebut diwujudkan melalui kontribusi di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, lingkungan, serta pemberdayaan umat.
Ia menegaskan bahwa pelayanan dan perhatian kepada umat harus menjadi prioritas utama agar keberadaan agama Buddha dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang dilaksanakan dengan ketulusan dan kepedulian menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan umat Buddha di daerah.
Sementara itu, Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, S.Ag., M.M., mengapresiasi peran aktif PERMABUDHI Sulsel dalam mendukung penguatan kerukunan umat beragama sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa kontribusi PERMABUDHI turut mengantarkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar dan FKUB Sulawesi Selatan meraih tiga penghargaan Harmony Award 2025.
“Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen umat Buddha dalam merawat harmoni sosial serta mendukung program kerukunan dan cinta kemanusiaan dan layanan keagamaan berdampak yang diinisiasi Kementerian Agama,” ujar Sumarjo.
Diskusi dalam temu umat tersebut juga membahas penguatan eksistensi umat Buddha di Sulawesi Selatan. Pimpinan MAGABUDHI Sulsel, Oscar Niora, menekankan pentingnya adaptasi majelis agar semakin relevan dengan kebutuhan umat melalui kegiatan yang bersifat partisipatif dan berkelanjutan.
Fanny Ho dari Pimpinan MAPANBUMI Sulsel menambahkan bahwa kaderisasi dan penguatan pendidikan umat merupakan langkah strategis yang harus dimulai dari keluarga, Sekolah Minggu Buddha, hingga peningkatan kualitas pelayanan vihara.
Dari unsur pemuda, perwakilan GEMABUDHI Sulsel, Eko Setiono, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menopang keberlanjutan umat Buddha. Ia berharap adanya dukungan dari majelis dan vihara agar pemuda diberikan ruang berinovasi dan berkontribusi positif bagi umat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Arianto dari Bidang Dhamma PERMABUDHI Sulsel menyampaikan bahwa eksistensi umat Buddha di Sulawesi Selatan juga diwujudkan melalui program siaran rutin Mimbar Agama Buddha di TVRI dan RRI yang mengudara dua hingga empat kali setiap bulan.
Pada kesempatan yang sama, Frengky Fonso dari Bidang Pendidikan PERMABUDHI Sulsel menegaskan komitmen PERMABUDHI sebagai mitra strategis umat dan pemerintah, khususnya dalam menindaklanjuti edaran Dinas Pendidikan terkait pemenuhan pendidikan agama Buddha bagi peserta didik. Ia menyatakan kesiapan PERMABUDHI Sulsel untuk berkolaborasi dalam penyiapan tenaga pendidik agama Buddha, terutama bagi sekolah swasta, sebagai bentuk pelayanan konkret kepada umat. (Mrj)