Daerah

Buka Puasa Bersama IGTKI Bantaeng, H. Misbah Ajak Guru TK Muhasabah Diri

Foto Kontributor
Ahmad Mursyid Amri

Kontributor

Kamis, 05 Maret 2026
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) — Suasana meriah mewarnai Pengajian Ramadan 1447 Hijriah dan Buka Puasa Bersama yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bantaeng di Balai Kartini Bantaeng, Kamis (5/3/2026). Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA., membawakan tausiyah yang mengajak para guru TK melakukan muhasabah diri untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Kegiatan yang mengusung tema “Muhasabah Menuju Pribadi Taqwa” ini dihadiri oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

“Pondasi dasar untuk mendidik anak-anak kita ini berasal dari usia PAUD. Ketika kita melihat ada anak yang berprestasi pada usia SMP, SMA, maupun kuliah, jika ditelusuri ke belakang hampir semuanya mendapatkan kualitas pendidikan yang baik sejak usia PAUD,” ujarnya.

Ia pun menilai peran guru TK sangat penting dalam membangun generasi masa depan.

“Jadi saya sepakat dengan yang disampaikan Ketua IGTKI bahwa PAUD memiliki peran yang sangat penting,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Uji Nurdin juga menanggapi aspirasi Ketua IGTKI terkait kesejahteraan guru TK yang masih berstatus PPPK paruh waktu agar dapat diupayakan menjadi PPPK penuh waktu.

“Ini menjadi prioritas kita bersama, karena salah satu program prioritas Bapak Presiden adalah memperhatikan kesejahteraan guru. Insyaallah mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Bantaeng, H. Misbah, dalam tausiyahnya menjelaskan makna muhasabah sebagai proses menghitung sekaligus mengevaluasi perjalanan hidup manusia.

“Kenapa kita harus melakukan muhasabah? Dalam kitab-kitab fikih, muhasabah diartikan sebagai menghitung, tetapi juga berarti mengevaluasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa muhasabah dapat dilakukan dengan menghitung perjalanan ibadah seseorang selama hidupnya.

“Ada yang umurnya 35 tahun, ada yang 50 tahun, tetapi baru mulai beribadah secara sungguh-sungguh pada usia 40 tahun. Di situlah kita menghitung ibadah yang sudah kita lakukan,” katanya.

Selain menghitung, muhasabah juga berarti mengevaluasi kualitas ibadah yang dilakukan, termasuk dalam pelaksanaan salat.

“Kalau kita bicara salat, pertama kita evaluasi apakah salat kita sudah sah. Jika sudah sah, maka yang kedua kita evaluasi apakah kita sudah melakukannya dengan ikhlas,” tutur H. Misbah.

Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan salat, terdapat tiga sikap manusia.

“Ada orang yang salat karena merasa itu kewajiban, ada yang salat karena terpaksa karena dianggap beban, dan ada pula yang salat karena menganggap salat itu sebagai kebutuhan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk terus memperbaiki kualitas ibadah agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng, Ketua IGTKI Bantaeng, Ketua PGRI Cabang Khusus TK Kabupaten Bantaeng, serta para kepala dan guru TK se-Kabupaten Bantaeng. (MSD)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default