Daerah

Cap Go Meh 2577/2026 Di Ramadan, Kakanwil Kemenag Sulsel Tegaskan Kerukunan Sulsel Di Atas Rata-Rata Nasional

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Rabu, 04 Maret 2026
...

Makassar (Kemenag Makassar) — Festival Cap Go Meh 2577/2026 yang dirangkaikan dengan perayaan Tahun Baru Imlek digelar pada ke-13 Ramadan 1447 H, Selasa (3/3/2026), di Kota Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD WALUBI Sulawesi Selatan 

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid, Ketua DPD WALUBI Sulsel Henry Sumitomo beserta jajaran pengurus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad, unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pembimas Buddha, serta para tokoh lintas agama.

Selain pertunjukan budaya dan kebersamaan lintas komunitas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada para petugas kebersihan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menegaskan bahwa momentum Cap Go Meh yang beririsan dengan bulan suci Ramadan menunjukkan kuatnya solidaritas antarumat beragama di Sulawesi Selatan.

“Persoalan keyakinan kita bisa berbeda. Saya salat di masjid, bapak ibu mungkin beribadah di vihara atau gereja. Tetapi setelah itu, mari kita keluar bergandengan tangan, saling menguatkan membangun Makassar yang lebih baik hari ini dan masa depan,” tegasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemuka agama, majelis agama, dan tokoh-tokoh lintas iman yang terus memberikan pembinaan kepada umat sehingga suasana kerukunan tetap terjaga.

Kakanwil juga menegaskan capaian membanggakan Provinsi Sulawesi Selatan dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB).“Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan berada di angka 82,3 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di angka 77,80 persen. Ini bukti nyata kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pembinaan yang terus kita lakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi pemuda lintas agama yang terlihat kompak dalam kegiatan tersebut menjadi modal sosial besar dalam menjaga persatuan dan memperkuat moderasi beragama.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadan.“Kegiatan ini bukan hanya perayaan saudara-saudara Tionghoa, tetapi simbol kebersamaan masyarakat Makassar. Kota ini tidak membeda-bedakan suku, agama, dan warna kulit. Semua bisa tumbuh dan membangun bersama,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui partisipasi pelaku UMKM dalam rangkaian acara.

Sementara itu, Kakankemenag Kota Makassar, Muhammad, menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran Kemenag merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan moderasi beragama di tingkat kota.“Ramadan mengajarkan kita tentang pengendalian diri, empati, dan solidaritas. Ketika Cap Go Meh dan Ramadan bertemu dalam suasana penuh kedamaian seperti ini, maka itulah wajah sejati kerukunan di Makassar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama Kota Makassar akan terus mengawal program-program kerukunan melalui penyuluh lintas agama, FKUB, dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.

Festival Cap Go Meh 2577/2026 ini menjadi bukti bahwa Makassar tidak hanya merayakan keberagaman secara simbolik, tetapi juga menguatkannya melalui kolaborasi sosial dan kepedulian nyata.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default