Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, KUA Bontoala Gelar BRUS Di SMAN 1 Makassar
Kontributor
Makassar (Kemenag Makassar)— Dalam upaya mencegah kenakalan remaja sejak dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bontoala Kota Makassar menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Negeri 1 Makassar, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) Tahap III yang dilaksanakan dalam rangkaian Ramadan 1447 H/2026 M bertema Joyful Ramadan Mubarak. Program BRUS menjadi langkah nyata Kementerian Agama dalam membina generasi muda agar memiliki karakter kuat, berakhlakul karimah, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Kepala KUA Bontoala, Syamsir Sulaiman, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, menegaskan pentingnya pembinaan remaja di lingkungan sekolah.“Remaja adalah aset bangsa. Melalui BRUS, KUA hadir memberikan penguatan mental, spiritual, dan sosial agar para pelajar mampu menghadapi tantangan zaman dan terhindar dari perilaku menyimpang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi bagian dari penguatan layanan keluarga sakinah yang dimulai sejak usia sekolah.
Kepala SMAN 1 Makassar, Sulihin Mustafa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam membantu siswa menghadapi masa pencarian jati diri.“Kami berharap melalui kegiatan BRUS ini, peserta didik dapat tumbuh menjadi remaja yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta berakhlak mulia sehingga mampu menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja,” ungkapnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh Ahmad Jazil, S.Th.I., M.Pd dan Jumahidi, S.HI., M.H, yang mengangkat tema penguatan karakter, kesiapan remaja menghadapi pergaulan bebas, serta pentingnya membangun visi masa depan yang positif.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran KUA Bontoala, para penghulu, penyuluh agama Islam, staf KUA, wakil kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa SMAN 1 Makassar.
Melalui kegiatan ini, KUA Bontoala berharap terjalin sinergi berkelanjutan antara KUA dan satuan pendidikan dalam mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan siap membangun keluarga sakinah di masa depan(Syamsir).