Daerah

Festival Cap Go Meh Makassar 2577/2026, Cahaya Indah Keberagaman Merajut Harmoni Menjaga Perbedaan

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Rabu, 04 Maret 2026
...

Makassar ( Kemenag Sulsel ) — Cahaya lampion memendar di sepanjang Jalan Sulawesi, Selasa 3 Maret 2026. Kilaunya menyinari wajah-wajah penuh kegembiraan yang memadati pusat kota. Festival Cap Go Meh Makassar Zou Zou 2577 / 2026 hadir dengan tema “Cahaya Indah Keberagaman, Merajut Harmoni Menjaga Perbedaan”, menjadi ruang perjumpaan lintas iman dan budaya di Kota Daeng.

Perayaan yang bertepatan dengan hari Purnama ke-15 penanggalan Imlek ini menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577/2026. Tua-muda, lintas suku dan agama, larut dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Harmoni terasa kian bermakna karena momen ini juga beririsan dengan Bulan Suci Ramadhan bagi umat Islam.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas soliditas lintas agama yang terus terjaga di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

“Pada bulan suci Ramadhan ini, beberapa kegiatan keagamaan memang beririsan. Namun alhamdulillah, solidaritas umat beragama di Sulawesi Selatan berjalan dengan sangat baik. Keyakinan pribadi bisa berbeda, tetapi persoalan sosial kita bergandengan tangan. Saya shalat di masjid, saudara-saudara mungkin beribadah di gereja atau vihara. Setelah itu, mari kita keluar bersama membangun Makassar yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kolaborasi pemuda lintas iman yang tampil memukau dalam pertunjukan rampak beduk yang berpadu harmonis dengan atraksi budaya Tionghoa.

“Saya sampai terharu melihat kolaborasi luar biasa ini. Kompak sekali. Ini bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah.

Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sulawesi Selatan berada di angka 82,3 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 77,8 persen. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa pelatihan dan sinergi lintas agama di daerah ini berjalan efektif.

Festival ini juga turut dihadiri Wali Kota Makassar beserta jajaran Forkopimda, tokoh agama, pemuda lintas iman, serta berbagai elemen masyarakat.

Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Makassar Zou Zou 2577/2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar oleh DPD Walubi Sulawesi Selatan meliputi bakti sosial pembagian paket sembako bagi warga prasejahtera dan petugas kebersihan di Kecamatan Wajo, buka puasa bersama seluruh umat, pembagian 500 voucher paket buka puasa, serta dukungan UMKM melalui penyediaan tenant gratis.

“Malam ini adalah puncak sekaligus penutup 15 hari perayaan Tahun Baru Imlek. Ragam pertunjukan budaya yang ditampilkan merupakan simbol persatuan dalam keberagaman serta bentuk dukungan terhadap upaya menjadikan kota Makassar yang aman, damai, dan kondusif,” ungkapnya.

Perpaduan budaya Tionghoa dan budaya lokal Nusantara yang tampil malam itu bukan sekadar hiburan, melainkan pesan kuat bahwa keberagaman adalah cahaya yang memperindah kehidupan bersama.

Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog dan kolaborasi lintas iman, agar setiap umat beragama dapat menjalankan ajaran agamanya dengan baik dan hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati.

Festival Cap Go Meh Makassar 2577/2026 bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga peneguhan bahwa di Kota Makassar, perbedaan bukan sekat, melainkan jembatan menuju harmoni.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default