HAB Ke-80 Kemenag Sulsel Di Bone Tinggalkan Jejak Kehangatan, Keramahan Warga Jadi Kenangan Tak Terlupa
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) — Seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bone telah resmi berakhir dengan sukses. Namun, lebih dari sekadar keberhasilan teknis penyelenggaraan, perhelatan tersebut meninggalkan kesan mendalam berupa kehangatan, keramahan, dan ketulusan masyarakat Bone yang dirasakan langsung oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Bagi kontingen Kementerian Agama Kota Parepare, keramahan warga di Bumi Arung Palakka menjadi pengalaman berharga yang membekas di hati. Sambutan hangat itu hadir dalam berbagai situasi, mulai dari pemondokan, interaksi di lokasi kegiatan, hingga perjumpaan sederhana di ruang-ruang publik selama kegiatan berlangsung.
Salah satu kisah penuh kesan dialami Fitriani Laibi, Pelaksana pada Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Parepare yang datang bersama rombongan guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam IGRA Kota Parepare. Ia menuturkan bahwa rombongan sempat mengalami kebingungan mencari tempat menginap saat tiba di Bone hingga larut malam akibat tidak dapat menghubungi tujuan awal.
“Sekitar pukul satu dini hari kami masih di perjalanan dan belum tahu harus ke mana. Namun atas pertolongan Allah, melalui komunikasi Bunda Hj. Marhama dengan Bunda Hj. Murniati, kami akhirnya diterima menginap di rumah keluarga dermawan, Bapak H. Kahar di Jalan Sungai Musi, Watampone,” kisahnya, Selasa (13/1/2026).
Tak tanggung-tanggung, rombongan yang berjumlah sekitar 34 orang beserta sopir dan kernet disediakan rumah kosong dua lantai yang telah dipersiapkan dengan karpet, bantal, air panas, serta suguhan kue bolu dan puding. Keesokan paginya, tuan rumah kembali menyiapkan sarapan berupa teh dan kolak baka, bahkan membekali rombongan dengan makanan untuk dibawa pulang.
“Masih belum bisa move on dengan kebaikan yang punya rumah,” kenangnya haru.
Pengalaman serupa juga dirasakan Mutiah, salah satu personel Humas Kemenag Parepare yang menginap di pemondokan atlet. Ia menilai fasilitas pemondokan sangat memadai dengan sambutan tuan rumah yang ramah dan bersahabat. Selain itu, ia juga menyoroti keramahan petugas parkir di kawasan Lapangan Merdeka saat pelaksanaan Gerak Jalan Kerukunan.
“Petugas parkir sangat sopan dalam mengarahkan kendaraan. Bahkan ketika ada pengendara yang mengalami kendala parkir, mereka menegur dan membantu dengan bahasa yang santun,” ungkapnya.
Kesaksian lain datang dari Abul Khaer yang merasakan langsung keramahan warga Bone saat berkunjung ke kawasan Pelabuhan Bajoe bersama Kasubbag TU Kemenag Parepare, H. Syaiful Mahsan, dan salah satu Tendik MAN 2 Parepare, Asman. Sebuah komunitas perenang yang telah berada di lokasi menyambut mereka dengan ramah dan secara sukarela memberikan arahan serta teknik berenang agar tidak cepat lelah.
“Saya sempat mempraktikkan teknik berenang yang diajarkan, alhamdulillah benar-benar terbukti seperti apa yang dijelaskan, kami tidak merasa cepat lelah,”ujarnya.
Beragam kisah tersebut menjadi bukti bahwa HAB ke-80 Kemenag Sulsel di Bone bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan acara, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kerukunan. Kehangatan warga Bone menjadi jejak inspiratif bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat makna Hari Amal Bakti sebagai momentum menebar kebaikan dan mempererat silaturahmi antar sesama.
Pengalaman ini juga menjadi motivasi bagi daerah pelaksana HAB di tahun-tahun mendatang bahwa pelayanan prima dan keramahan hendaknya menjadi satu paket, sehingga mampu menjadi “oleh-oleh” berharga bagi para peserta dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan. (Wn)