Harmoni Imlek Nusantara, Kakanwil Kemenag Sulsel Tegaskan Kolaborasi Sebagai Kunci Kerukunan
Kontributor
Makassar, Kemenag Sulsel — Perayaan Imlek Bersama bertema “Harmoni Imlek Nusantara” digelar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman No. 6, Makassar, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mencerminkan kuatnya semangat persatuan, toleransi, dan saling menghormati dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang majemuk.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Makassar, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kakankemenag Kota Makassar, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Majelis Agama, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Apiu Darmato, menyampaikan bahwa perayaan Imlek Bersama ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan secara kolaboratif dan terbuka. Selama ini, perayaan Imlek umumnya digelar secara terpisah oleh masing-masing organisasi atau komunitas warga Tionghoa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan Imlek sebagai perayaan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Imlek bukan hanya milik mereka yang merayakan, tetapi menjadi ruang kebahagiaan bersama, baik bagi warga Tionghoa maupun masyarakat luas,” ujar Apiu. Ia menambahkan, sekitar 3.000 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Beragam agenda memeriahkan acara, mulai dari sambutan, pertunjukan barongsai, penampilan musik, hingga doa bersama. Panitia juga menghadirkan berbagai kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh umat yang merayakan. Ia menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata dari praktik moderasi beragama yang terus tumbuh dan mengakar di Sulawesi Selatan.
“Perayaan Imlek Bersama ini menunjukkan bahwa toleransi, kerja sama, dan kesetaraan antarumat beragama di Sulawesi Selatan berjalan dengan baik. Kolaborasi lintas agama dan lintas elemen masyarakat yang terbangun hari ini menjadi energi positif untuk menjaga kerukunan, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum,” ujar Ali Yafid.
Ia juga mengapresiasi peran aktif FKUB, majelis-majelis agama, serta dukungan pemerintah daerah yang selama ini konsisten merawat dialog dan kebersamaan. Menurutnya, sinergi tersebut berkontribusi nyata terhadap capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan yang berada di atas rata-rata nasional.
“Kerukunan tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui komunikasi, saling percaya, dan komitmen bersama. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, saya optimistis keharmonisan kehidupan beragama di Sulawesi Selatan dapat terus meningkat dan menjadi teladan bagi daerah lain,” tambahnya.
Ia berharap perayaan Imlek Bersama ini dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling memiliki, serta memperkuat semangat kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perayaan Imlek Bersama bertema Harmoni Imlek Nusantara ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persatuan, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Selatan.