Jelang Idulfitri 1447 H: Maros Siapkan 83 Masjid Ramah Pemudik Dan Waspadai Cuaca Ekstrem
Kontributor
Maros (Kemenag Maros)-Menjelang Idulfitri 1447 hijriah,
Kabupaten Maros bersiap menyambut arus mudik dengan mengedepankan pelayanan dan
rasa aman.
Kemenag Maros, memastikan sebanyak 83 masjid siap menjadi “Masjid
Ramah Pemudik” sebagai tempat representatif bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kakankemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik, saat Rakor lintas sektoral
persiapan pengamanan, Operasi Ketupat 2026.
Kemenag telah menginstruksikan kepada para kepala KUA di
delapan kecamatan untuk berkoordinasi dengan pengelola masjid terkait fasilitas
layanan bagi para pemudik.
“Insyaallah akan disiapkan kue dan minuman untuk para
pemudik. Pemudik kalau capek bisa singgah di masjid. Dengan segala fasilitas,
saya kira masjid sangat representatif sebagai tempat rehat,” jelas Kakankemenag
Maros Nur Halik, Selasa (10/3/2026).
Selanjutnya, Nur Halik, menyatakan bahwa Kemenag Maros akan
pro aktif membantu, agar para pemudik nikmat ketika pulang kampung. “Kami siap
bersinergi demi kenyamanan mudik Idulfitri 2026,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dirilis Seksi Bimas Islam, berikut sebaran
83 masjid ramah pemudik di Kabupaten Maros. Kecamatan Camba terdapat delapan
masjid ramah pemudik, lima masjid di Cenrana, 12 masjid di Bantimurung, Bontoa enam
masjid dan enam masjid di Kecamatan Mandai. Sementara ada 12 masjid di Moncongloe, 10 masjid di Tanralili, tiga
masjid di Kecamatan Turikale, lima masjid di Marusu, dua masjid di Lau, tujuh
masjid di Simbang dan tujuh pula masjid ramah pemudik di Kecamatan Mallawa.
Rakor lintas sektor yang berlangsung di aula Polres Maros
dibuka oleh Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya. Ia kemudian menjelaskan
bahwa Operasi Ketupat untuk perayaan Idulfitri merupakan bentuk pelayanan
kepada masyarakat.
“Kita punya pintu utama di wilayah Indonesia Timur, yakni
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Maka kita harus antisipasi semua,”
ungkapnya.
“Semoga Idulfitri tahun ini berjalan lancar, dan kehadiran
kita dapat menimbulkan rasa aman. Rumah yang ditinggalkan saat mudik, jangan
sampai masyarakat cemas. Di Maros, banyak juga tempat yang akan dikunjungi
masyarakat, terutama lokasi wisata, Bantimurung dan GM,” lanjut Kapolres.
“Tahun lalu, kemacetan terjadi pas hari H lebaran, pagi sepi
tapi siang padat terutama di jalan poros Maros-Makassar. Momen ini setahun
sekali, jadi tidak ada alasan untuk tidak melayani masyarakat dengan baik,”
tegas Kapolres.
Sementara Kabag Ops Syarifuddin, mengungkapkan bahwa
pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para Kapolsek untuk melakukan
pengamanan Idulfitri 2026.
“Pengamanan hari raya kali ini akan dilakukan selama13 hari,
dengan 150 personil. Pengamanan akan dilakukan di beberapa titik posko, di
Bandara, Depan GM dan posko induk di PTB.
“Perlu juga diantisipasi cuaca, terutama di beberapa wilayah
di Cenrana, Camba, dan Mallawa yang di beberapa ruas jalan itu rawan longsor,”
urainya.
Hal rinci selanjutnya disampaikan Kepala Klimatologi BMKG
Sulsel, Ayi Sudrajat, bahwa pihaknya memprediksi cuaca hingga Idulfitri 2026.
“10 hari yang akan datang, masih ada potensi hujan dan angin
kencang, bahkan status waspada di beberapa wilayah kecamatan di Maros,”
jelasnya.
“Bulan ini, hujan masih tinggi. Biasanya begitu. April mulai
menurun. maka perlu diwaspadai, karena hujan akan masih banyak. Ini
karakteristiknya. April masih ada hujannya, Mei sudah kering, kemarau. Juni
sebagian besar kemarau. Agustus puncak kemarau,” lanjutnya.
Ayi Sudrajat kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca akhir-akhir ini. Menurutnya potensi hujan masih tinggi. “Yang penting, jangan ganggu rumahnya air,” tutupnya.