Kakanwil : Jadikan Luwu Sebagai Laboratorium Pembelajaran Moderasi Beragama
Kontributor
Belopa (Kemenag Luwu) - Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Rabu (8/4/2026), kegiatan ini menjadi momentum penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah. Karena di kabupaten luwu memiliki pluralitas yg hampir komplit, ibaratnya Luwu ini adalah Indonesia mini yg memiliki keragaman dari sisi budaya, suku, dan agama, yang hidup berdampingan secra harmonis.
Kehidupan masyarakat luwu yang rukun dan damai bisa menjadi contoh pembelajaran moderasi beragama di kalangan peserta didik kita di madrasah. Jadi tidak perlu belajar jauh jauh ke kabupaten kota atau provinsi lain soal kerukunan dan keberagaman, Di Luwu saja cukup.
Pengintegrasian Moderasi Beragama ke Peserta Didik di Madrasah sangat perting dan substansial, karena diharapkan ke depan generasi muda kita inilah nantinya jadi Pioneer kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat. Selain itu, moderasi beragama juga berperan dalam menangkal paham ekstremisme dan intoleransi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dengan pemahaman yang tepat, peserta didik diharapkan mampu bersikap bijak, terbuka, dan menghargai perbedaan sebagai sunnatullah dalam kehidupan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, berpesan sebelum menanamkan Moderasi Beragama ke Anak didik, sebaiknya para pendidiknya dulu yang harus lebih memahami dan mengaplikasikannya, karena salah satu hal yang utama di Moderasi Beragama adalah sikap dan Keteladanan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Wahyuddin Hakim, menyampaikan pentingnya integritas guru dalam mengimplementasikan moderasi beragama.
“Integritas pendidik menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembelajaran berbasis moderasi. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak,”
Dengan keteladanan guru, nilai-nilai moderasi akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh peserta didik. Dari sinilah diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga mampu merawatnya sebagai kekuatan bangsa.