Provinsi

Kakanwil Turut Resmikan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan Pada Festival Jappa Jokka Cap Ho Meh 2026

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Sabtu, 28 Februari 2026
...

Makassar (Kemenag Sulsel) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 yang dirangkaikan dengan Launching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan bertema Harmony in Light tersebut menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama RI, H.Muhammad Adib Abdushomad, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H.Ali Yafid, unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Makassar, FKUB Sulsel, serta pengurus Permabudhi Sulawesi Selatan.

Festival yang telah memasuki tahun ke-21 ini menjadi ruang silaturahmi dan perjumpaan lintas agama, etnis, dan budaya dalam rangka perayaan Imlek hingga Cap Go Meh 2026, yang kembali beriringan dengan bulan suci Ramadhan.

Kepala Pusat KUB Kemenag RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, menegaskan bahwa kegiatan Jappa Jokka Cap Go Meh merupakan instrumen strategi dalam penguatan kerukunan umat beragama.

“Kegiatan ini adalah ruang perjumpaan yang nyata antarumat beragama. Kementerian Agama ingin menjadikan Indonesia sebagai rujukan dunia dalam kerukunan melalui program Indonesia Inspiration (Inspire),” ujarnya.

Ia mengapresiasi launching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Kota Makassar yang menambah jumlah secara nasional menjadi 490 kelurahan/desa sadar kerukunan.

“Yang terpenting bukan sekedar peresmian atau papan nama. Nilai-nilai kerukunan itu harus hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kerukunan hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi seluruh elemen.

"Bukan ada superman, yang ada super team. Kerukunan lahir dari kerja bersama. Di tengah situasi global yang memanas, kita patut bersyukur Makassar dan Sulawesi Selatan tetap aman, rukun, dan damai," tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam Berbagainya menegaskan bahwa seluruh agama memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kebaikan dan kedamaian.

“Semua agama sama-sama mengajarkan kebaikan. Tugas kita bukan hanya menjaga kerukunan di dalam rumah ibadah, tetapi keluar dari rumah ibadah dengan bergandengan tangan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat agar semakin dekat dengan ajaran agamanya.

“Jika seluruh umat beragama bergerak dan berkarya sesuai dengan ajaran agamanya, maka yang lahir pasti adalah kebaikan. Dari situlah kerukunan tumbuh secara alami,” tegasnya.

Ali Yafid juga menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan telah meraih berbagai penghargaan dalam bidang kerukunan umat beragama. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Penghargaan adalah bonus. Yang paling penting adalah harmoni yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 juga turut diramaikan dengan festival kuliner UMKM, Tabligh Akbar menghadirkan Ustadz Das'ad Latif, serta kegiatan Heritage Run melintasi kawasan kota tua Makassar.

Melalui momentum ini, Kanwil Kemenag Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat moderasi beragama dan memperkuat pembentukan Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai landasan penguatan harmoni dari tingkat paling bawah.

Semangat Harmony in Light menjadi simbol bertemunya cahaya Imlek dan cahaya Ramadhan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default