Daerah

Layanan Prima Akad Nikah, Penghulu KUA Pulau Sembilan Terjang Ombak Bertaruh Nyawa

Foto Kontributor
Arfain

Kontributor

Jumat, 06 Maret 2026
...

Sinjai (Kemenag Sinjai) – Menjadi penghulu di wilayah kepulauan bukan sekadar urusan administratif mencatat pernikahan. Di KUA Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, profesi ini menuntut keberanian, fisik yang kuat, dan dedikasi tinggi. Penghulu KUA Pulau Sembilan sering kali harus bertaruh nyawa, menerjang ombak ganas Teluk Bone demi melayani warga di pulau-pulau terpencil.

Berdasarkan situasi geografis dan laporan perjuangan nakes serta guru di Pulau Sembilan yang sering terombang-ambing perahu kecil, para penghulu di wilayah ini juga menghadapi tantangan yang sama. Perjalanan laut yang tak dapat diprediksi, terutama saat cuaca buruk, menjadi makanan sehari-hari.

Kecamatan Pulau Sembilan terdiri dari beberapa pulau kecil. Saat jadwal akad nikah tiba, penghulu harus menggunakan katinting (perahu kayu kecil) atau perahu nelayan setempat untuk berpindah pulau, seperti terlihat pada Rabu (4/3/2026). Tidak jarang, perahu yang ditumpangi harus berhadapan dengan gelombang tinggi yang menghantam dermaga reot.

"Ombak di sini kadang tidak bersahabat. Kalau sudah jadwalnya nikah, kita harus usahakan sampai. Warga di pulau kecil sangat mengharapkan kehadiran kita untuk meresmikan pernikahan secara negara," ujar Jusman, salah satu penghulu.

Pengabdian ini didorong oleh tekad memberikan pelayanan prima, melayani bukan karena mudah, tetapi karena dibutuhkan. Meskipun cuaca buruk dan jarak tempuh yang berisiko, kehadiran penghulu memberikan rasa tenang dan kebahagiaan bagi warga yang ingin melangsungkan akad nikah secara sah.

Kisah ini menegaskan bahwa tugas aparatur negara di wilayah terluar seperti Pulau Sembilan tidak hanya diukur dari administratif semata, melainkan dari seberapa jauh hati dan komitmen mereka melangkah untuk masyarakat.

Mengingat tingginya risiko keselamatan dalam pelayanan, diharapkan adanya dukungan fasilitas tranportasi laut yang lebih aman bagi petugas KUA di wilayah kepulauan, agar pelayanan keagamaan dan pencatatan pernikahan dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keamanan. (AS)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default