Makna Tasawuf Tanda Baca Al-Qur’an, H. Misbah: Hidup Perlu Berhenti Sejenak Menghadirkan Tuhan
Kontributor
Bantaeng (Kemenag Bantaeng) — Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Bantaeng menjadi momentum refleksi spiritual bagi masyarakat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, mengungkapkan makna tasawuf yang terkandung dalam tanda baca Al-Qur’an saat memberikan tausiah pada Selasa (10/3/2026).
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa tanda-tanda baca dalam Al-Qur’an tidak sekadar petunjuk teknis membaca, tetapi juga menyimpan pesan spiritual yang dapat dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. Dua di antaranya adalah tanda waqaf dan kasrah.
Menurutnya, tanda waqaf yang menunjukkan tempat berhenti dalam bacaan Al-Qur’an memiliki makna mendalam dalam perspektif tasawuf. Tanda tersebut mengingatkan manusia agar sesekali berhenti sejenak dari kesibukan hidup untuk menghadirkan Allah SWT di dalam hati.
“Ketika kita menelaah Al-Qur’an dari berbagai model tanda yang ada di dalamnya, ternyata semuanya memiliki makna. Salah satunya tanda waqaf. Dalam ilmu tasawuf, ketika ada tempat pemberhentian, itu dimaknai sebagai pesan bagi manusia agar berhenti sejenak dalam hidupnya untuk menghadirkan Tuhan di dalam hati,” ujar Misbah.
Ia juga menyinggung makna simbolik dari tanda baca kasrah yang dibaca “i”. Menurutnya, kasrah melambangkan kerendahan hati dan kesederhanaan seorang hamba di hadapan Allah SWT.
“Tanda baca kasrah yang dibaca ‘i’ melambangkan kerendahan hati, kerendahan diri, dan penghambaan. Seorang hamba akan benar-benar diakui sebagai hamba ketika ia memiliki nilai kesederhanaan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Misbah menekankan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya sebatas melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga menghadirkan nilai keterhubungan dengan Allah SWT. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Quran merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.
Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin itu juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, jajaran Forkopimda, staf ahli, para kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (MSD)