Matangkan Bekal Sebelum Akad, THE MOST KUA Uluere Gelar BRUN Di Desa Bonto Daeng
Kontributor
Uluere (Kemenag Bantaeng) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Uluere terus konsisten membentengi generasi muda dari risiko pernikahan yang tidak terencana. Melalui program unggulan "THE MOST KUA" (Move Of Sakinah Maslahat), KUA Uluere menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bagi para pemuda di Desa Bonto Daeng, Senin (02/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada remaja mengenai pentingnya kesiapan mental, fisik, dan finansial sebelum memutuskan untuk berkeluarga.
Hadir sebagai pemateri utama, Penyuluh Agama KUA Uluere, Ust. Ramoddin, S.Ag. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan kesiapan matang, bukan sekadar mengikuti tren atau emosi sesaat.
"Banyak yang terlalu fokus pada megahnya resepsi, namun lupa pada kuatnya persiapan diri. Menikah itu bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tapi tentang menyatukan visi untuk membangun peradaban kecil yang maslahat," ungkap Ust. Ramoddin di hadapan peserta.
Beliau juga memaparkan beberapa poin penting persiapan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, di antaranya:
Kesiapan Ilmu: Memahami hak dan kewajiban suami-istri.
Kesiapan Psikologis: Kedewasaan dalam menyikapi konflik.
Kesiapan Spiritual: Mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai sandaran utama rumah tangga.
Mencegah Masalah dari Hulu
Kepala KUA Uluere menyatakan bahwa program BRUN di Desa Bonto Daeng ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka perselisihan rumah tangga dan perceraian di masa depan. Dengan membekali remaja sejak dini, diharapkan mereka lebih bijak dalam mengambil keputusan besar dalam hidup mereka.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi interaktif mengenai tantangan anak muda di era modern dalam mempersiapkan diri menuju pelaminan. KUA Uluere berkomitmen untuk terus menyisir desa-desa di wilayah Uluere agar pesan "Sakinah Maslahat" ini tersampaikan secara merata. (FP)