Monev BOP, Sardy Apresiasi Ponpes Dengan Inovasi Ternak Bebek Di Rooftop
Kontributor
Pattalassang (Kemenag Gowa). Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bantuan Operasional Pesantren (BOP) PKPPS Triwulan IV Tahun 2025 pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini menyasar dua pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Ukhuwah Muslimin yang berlokasi di Kelurahan Paccinongan serta Pondok Pesantren Imam Azzuhri Samata, Kabupaten Gowa.
Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Gowa, Sardy Yoelfa, sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memastikan tata kelola bantuan pemerintah berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan pesantren.
Saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Ukhuwah Muslimin, Sardy Yoelfa menyampaikan bahwa monitoring BOP tidak semata-mata bersifat administratif, melainkan juga menjadi sarana silaturahmi serta pembinaan berkelanjutan kepada pondok pesantren di Kabupaten Gowa.
“Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari program rutin Seksi PD Pontren Kemenag Gowa untuk melakukan pembinaan secara intensif dan menyeluruh kepada pondok pesantren. Selain memastikan penggunaan anggaran BOP pesantren sesuai peruntukannya, kami juga ingin memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar menunjang program operasional pesantren dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” tutur mantan Kasi Bimas Islam itu.
Lebih lanjut, Sardy menegaskan bahwa pesantren diharapkan mampu melahirkan santri yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual, sehingga mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Dalam arahannya kepada para pembina dan tenaga pendidik, Sardy Yoelfa menekankan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Gowa akan senantiasa hadir memberikan spirit dan motivasi kepada seluruh pondok pesantren sebagai benteng akidah umat serta lokomotif penggerak pendidikan agama yang berkarakter.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa yang paripurna, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan pesantren harus terus diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, saat kunjungan ke Pondok Pesantren Imam Azzuhri Samata, Kasi PD Pontren Kemenag Gowa memberikan apresiasi dan rasa bangga atas inovasi pesantren dalam mengimplementasikan program prioritas Menteri Agama, khususnya pengembangan ekoteologi berbasis ketahanan pangan dan kemandirian pesantren.
Pondok Pesantren Imam Azzuhri dinilai berhasil mengembangkan unit usaha peternakan bebek dan produksi telur bebek dengan konsep yang inovatif dan visioner. Menariknya, lokasi peternakan tidak ditempatkan di lahan konvensional, melainkan pada area rooftop lantai empat gedung pesantren, sebuah terobosan baru dalam pengelolaan ruang dan lingkungan pesantren.
Dari proses peternakan tersebut, pesantren bahkan berhasil menghasilkan spesies bebek baru melalui perkawinan silang dua jenis bebek berbeda. Lebih dari itu, seluruh santri dilibatkan secara aktif dan diberikan pengajaran serta pelatihan langsung tentang tata kelola peternakan yang baik, sebagai bekal keterampilan dan kemandirian santri di masa depan.
Hasil peternakan bebek ini dimanfaatkan untuk menunjang operasional pesantren sekaligus membantu ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar pesantren.
Menanggapi inovasi tersebut, Sardy Yoelfa menyampaikan dukungan penuh dan komitmen Seksi PD Pontren Kemenag Gowa untuk menjadikan program tersebut sebagai pilot project ekoteologi pesantren berbasis ketahanan pangan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inovasi Pondok Pesantren Imam Azzuhri. Program ini mencerminkan pesantren yang adaptif, mandiri, dan berwawasan lingkungan. Ke depan, model ini akan kami dorong menjadi pilot project implementasi ekoteologi pesantren yang dapat direplikasi oleh pondok pesantren lain di Kabupaten Gowa,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan ketahanan pangan umat.
“Inilah wajah pesantren masa depan: religius, produktif, ramah lingkungan, dan berdaya guna bagi masyarakat. Kementerian Agama Kabupaten Gowa akan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi pesantren yang memberi manfaat luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.(SY/OH)