Barru (Kemenag Barru) -- Menghadapi Hari Raya Idul Fitri, Kemenag ingin menghadirkan wajah masjid yang lebih membumi, bukan hanya tempat ibadah, tetapi ruang pelayanan dan kepedulian bagi musafir. Semangat ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dalam Zoom Meeting Rapat Koordinasi Masjid Ramah Pemudik (MRP) dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) yang digelar siang ini (03/02/26).
Kakan Kemenag Barru, H. Irman, turut mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, serta dihadiri jajaran pimpinan Kemenag se-Indonesia.
Dalam arahannya, Abu Rokhmad menegaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik tahun ini harus dipersiapkan lebih matang agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Masjid Ramah Pemudik tahun ini ingin kami lanjutkan dengan persiapan lebih baik. Betul-betul bermanfaat, bisa untuk ibadah dan tempat istirahat. Puluhan tahun peran Kemenag cuma di sidang isbat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, terutama bagi musafir. “Kenapa kita repot bikin posko, sediakan WC, tempat istirahat, padahal ada masjid. Bisa jadi tempat memberi makan musafir. Tahun lalu kita telat merealisasikan, kali ini kita lebih siap, lebih baik dari tahun lalu,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan perhatian khusus ke masyarakat Bali, jika Idul Fitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 20 Maret 2026 (malam 19 Maret 2026). Setelah koordinasi dengan Kanwil Kemenag Bali maka disepakati bersama pimpinan daerah, takbir di Bali tetap diperbolehkan, namun tanpa pengeras suara luar dan tidak dilaksanakan di luar masjid, dengan batas waktu pukul 18.00–21.00 WITA sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu.
Program MRP ini akan melibatkan seluruh unsur Kemenag, mulai dari KUA, kampus, madrasah, hingga organisasi di bawah naungan Kemenag. Data tahun lalu menunjukkan angka kecelakaan menurun hingga 52 persen, salah satunya karena masjid difungsikan sebagai posko pemudik.
Tahun ini, sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia, termasuk 307 masjid di Sulawesi Selatan, siap dibuka 24 jam. Fasilitas yang disiapkan meliputi kamar mandi dan toilet, tempat istirahat, charging station, serta pusat informasi. Masjid diminta untuk memasang penanda khusus agar pemudik mudah menemukan masjid yang tergabung dalam program ini.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama seluruh struktur Kemenag hingga tingkat penyuluh. “Setiap aktivitas diharapkan ada dokumentasi sehingga nanti kita bisa beri penilaian dan apresiasi,” ujarnya.
Pesan utama kegiatan ini jelas, dengan partisipasi aktif seluruh jajaran diharapkan kehadiran Kementerian Agama semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik di momentum Idul Fitri tahun ini dan setelahnya.(Arga)