Daerah

Negara Siap Sambut Lebaran, Fokus Utama Mudik Aman

Foto Kontributor
Arga Probowisesa

Kontributor

Senin, 02 Maret 2026
...

Barru (Kemenag Barru) -- Pemerintah mematangkan kesiapan nasional menghadapi arus mudik dan Hari Raya Idulfitri melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar secara hibrid oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (02/03/26). Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis antar kementerian, TNI-Polri, dan lembaga negara dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat bertema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” berjalan optimal.

Di Kabupaten Barru, kegiatan dipusatkan di Mapolres Barru dan diikuti langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, bersama Kapolres Barru dan jajaran, serta unsur dinas dan balai lingkup Pemkab Barru. Sebuah bentuk penegasan bahwa pengamanan Idulfitri merupakan kerja kolektif, bukan tugas satu institusi semata.

Perwakilan Menko PMK, memaparkan prediksi masa mudik yang relatif panjang tahun ini dengan potensi peningkatan mobilitas masyarakat. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan penguatan koordinasi antarinstansi.

“Prioritaskan keselamatan para pemudik tanpa mengurangi pelayanan yang humanis dan inklusif. Sinergi adalah yang paling utama,” tegasnya.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, aparat harus benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Berikan rasa aman dan ketenangan. Negara harus terasa kehadirannya dalam setiap momentum penting masyarakat,” ujarnya.

Kapolri memprediksi peningkatan pergerakan masyarakat sekitar 5,55 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu, Polri menyiapkan 2.746 posko pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai titik strategis.

“Kita harus bersiap menghadapi lonjakan mobilitas. Terus lakukan edukasi keselamatan berkendara agar tren mudik yang semakin baik ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” jelasnya.

Dari aspek keagamaan, Menteri Agama RI menegaskan kesiapan Kementerian Agama dalam pelayanan umat, mulai dari pelaksanaan sidang isbat hingga dukungan fasilitas ibadah di jalur mudik melalui program Masjid Ramah Pemudik yang beroperasi 24 jam.

“Kita ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan dan perlindungan bagi para pemudik,” ungkapnya, seraya mengimbau agar perbedaan penentuan hari raya disikapi dengan bijak demi menjaga kerukunan.

Selain itu, sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga turut menyampaikan dukungan dalam bentuk rangkuman komitmen. Kementerian Perhubungan menyiapkan survei dan stimulus transportasi guna mengurai kepadatan. TNI mengerahkan lebih dari seratus ribu personel untuk pengamanan titik strategis. BMKG dan BNPB memperkuat mitigasi potensi cuaca ekstrem dan bencana, sementara kementerian teknis lainnya memastikan stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan energi selama periode mudik.

Rapat koordinasi ini menegaskan pengamanan Idulfitri sebagai operasi kemanusiaan yang mengedepankan keselamatan, pelayanan prima, serta pendekatan humanis. Dengan sinergi lintas sektoral hingga ke daerah, diharapkan masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.(Arga)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default