Daerah

Perdana Di Semarak HAB Ke-80, 18 KUA Di Gowa Meriahkan Lomba Tepuk Sakinah

Foto Kontributor
Onya Hatala

Kontributor

Sabtu, 20 Desember 2025
...

Sungguminasa (Kemenag Gowa). Gemuruh tepuk tangan dan tawa terdengar di aula Al Amanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jumat (19/12/2025). Keramaian itu muncul dari penonton dan pendukung lomba Tepuk Sakinah yang merupakan rangkaian dari Semarak Hari Amal Bakti Ke 80 Kementerian Agama.

Kakankemenag Gowa, Jamaris saat membuka lomba mengatakan, Tepuk Sakinah merupakan representasi dari syarat menjaga rumah tangga dalam perkawinan. "Berpasangan menjaga janji kokoh, saling cinta, saling hormat, saling jaga, saling ridho dan bermusyawarah demi tercapainya sakinah dalam berkeluarga," tutur Kakankemenag.

Dikatakan, untuk membangun keluarga sakinah, di Kementerian Agama khususnya di KUA ada Bimbingan Perkawinan atau Bimwin. Dalam Bimwin, diajarkan tips dan trik menjaga keutuhan rumah tangga. Ia berterima kasih atas antusiasme para peserta yang luar biasa.

Kasi Bimas Islam, Tajuddin selaku koordinator lomba melaporkan, 18 peserta berasal dari 18 KUA Kecamatan di Gowa yang tampil dengan berbagai gaya dan formasi. Tak ayal mengundang tawa dan tepuk tangan meriah penonton dan juri. Tahun ini Lomba Tepuk Sakinah perdana dilombakan dalam momen peringatan Hari Amal Bakti. "InsyaAllah akan dilombakan juga di tingkat Provinsi di Bone nanti," ucap mantan Kasi PHU itu.

Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis hadir sebagai juri bersama Ketua DWP Kemenag Gowa, Andi Nilawati Jamaris. Tampak menikmati setiap penampilan peserta. Kakankemenag, Kasi Bimas Islam juga Kakan Kemenhaj, Alim Bahri serta Penzawa tampak hadir dan menonton hingga selesai.

Untuk informasi, Tepuk Sakinah adalah inovasi sederhana namun bermakna dalam bimbingan pra-nikah. Selain sebagai sarana hiburan, juga berfungsi sebagai penguat nilai dan pengingat praktis bagi catin tentang prinsip-prinsip membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Dampak positifnya dapat dirasakan baik secara psikologis, sosial, maupun edukatif. Dengan demikian, Tepuk Sakinah layak terus dikembangkan dan diintegrasikan sebagai bagian dari metode pembelajaran kreatif di KUA, sehingga bimbingan perkawinan tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif.(OH)



Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default