Daerah

Perjuangan Penyuluh KUA Pulau Sembilan Layani Umat Dalam Cuaca Ekstrem

Foto Kontributor
Arfain

Kontributor

Jumat, 06 Maret 2026
...

Sinjai (Kemenag Sinjai) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Kabupaten Sinjai dalam beberapa pekan terakhir tidak menyurutkan semangat para Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Sembilan untuk tetap melayani umat.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status "Siaga" untuk wilayah ini akibat potensi angin kencang dan gelombang tinggi, para penyuluh tetap menjalankan misi pembinaan hingga ke pelosok pulau, seperti terlihat pada Rabu (4/3/2026) saat akan melaksanakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada salah satu madrasah.

Kecamatan Pulau Sembilan, yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil, menuntut para penyuluh untuk bertaruh nyawa menyeberangi lautan demi mencapai lokasi binaan. Di awal Maret 2026 ini, tantangan semakin berat dengan suhu yang menyengat di daratan, juga disertai cuaca laut yang tidak menentu.

"Tugas kami adalah memberikan ketenangan bimbingan kepada masyarakat melalui bahasa agama, terutama saat warga merasa cemas menghadapi fenomena alam," ujar Andy Setiawan, salah satu penyuluh KUA Pulau Sembilan.

Peran ini krusial mengingat masyarakat pesisir sering kali dihadapkan pada risiko hilangnya mata pencaharian bahkan nyawa saat melaut di musim buruk.

Meski terkendala cuaca, KUA Pulau Sembilan tetap aktif menjalankan program-program prioritas tahun 2026, di antaranya:

1. Sosialisasi Zakat: Memberikan pemahaman mengenai besaran nilai zakat 2026 yang baru saja ditetapkan agar masyarakat dapat menunaikan kewajibannya tepat waktu.
2. Pembekalan Amaliah Ramadan: Mengingat masuknya bulan suci Ramadan, penyuluh aktif memberikan edukasi spiritual untuk memperkuat mentalitas warga menghadapi masa sulit.
3. Dakwah Digital: Sebagai strategi adaptasi saat gelombang terlalu tinggi untuk diseberangi, para penyuluh memanfaatkan teknologi komunikasi seperti grup WhatsApp untuk memastikan pembinaan tetap berjalan.

Selain materi keagamaan, para penyuluh kini berperan sebagai penyambung lidah otoritas keselamatan, mengingatkan warga untuk waspada terhadap angin kencang yang sebelumnya sempat merusak puluhan rumah di Sinjai.

Perjuangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis dan cuaca buruk bukanlah penghalang pengabdian bagi syiar agama di tanah Kepulauan Sinjai. (AS)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default