Daerah

Perjuangan Peserta Didik MI Nuruttaiyebah Leppang Menantang Bahaya Demi Ilmu

Foto Kontributor
Arfain

Kontributor

Rabu, 08 April 2026
...

Sinjai (Kemenag Sinjai) – Deru air sungai yang deras di bawah jembatan gantung sering kali membuat detak jantung berdegup lebih kencang, terutama saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Sinjai Selatan. Namun, bagi sejumlah peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nuruttaiyebah Leppang, kondisi tersebut adalah bagian dari rutinitas harian yang harus mereka lalui demi duduk di bangku kelas.

Setiap pagi, perjalanan panjang dimulai dari rumah mereka yang terletak di Dusun Lita-litae, Desa Gareccing. Dengan seragam rapi dan tas yang melekat di punggung, para peserta didik ini berjalan menyusuri jalan poros Honto menuju satu-satunya akses penghubung ke madrasah, sebuah jembatan gantung sederhana yang membentang di atas sungai.

Jembatan tersebut menjadi pembatas sekaligus penyambung antara Desa Gareccing dengan Dusun Leppang, Desa Talle. Saat dilintasi secara bersama-sama, jembatan akan bergoyang, menuntut keseimbangan dan keberanian ekstra dari setiap kaki kecil yang melangkah di atasnya. Kondisi infrastruktur yang terbatas ini memaksa mereka untuk selalu waspada, terutama saat air sungai sedang meluap.

Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh para orang tua. Keterbatasan akses jalan membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain melepas buah hati menyeberangi jembatan tersebut setiap hari. Aspirasi mengenai pembangunan akses jalan yang lebih aman dan jembatan permanen kini menjadi harapan besar bagi warga di poros Leppang agar keselamatan anak-anak mereka lebih terjamin.

Pihak Madrasah menyampaikan bahwa meski situasi ini telah berlangsung lama, semangat belajar para peserta didik tidak pernah surut. Keteguhan mereka dalam menuntut ilmu di tengah rintangan alam ini menjadi inspirasi sekaligus pengingat akan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke daerah terpencil.

Melalui perjuangan ini, MI Nuruttaiyebah Leppang menunjukkan bahwa dedikasi terhadap pendidikan tetap tegak berdiri meski harus menempuh perjalanan yang tidak biasa. Harapan ke depan, perhatian pemerintah dapat segera terwujud agar seluruh peserta didik di Sinjai Selatan dapat belajar dengan perasaan aman dan nyaman tanpa harus bertaruh nyawa di atas jembatan gantung. (Sulham)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default