Puncak Safari Ramadan Sinjai Barat Soroti Program Strategis Nasional
Kontributor
Balakia (Kemenag Sinjai) – Memasuki fase krusial sepuluh malam terakhir bulan suci, Tim Safari Ramadan Kecamatan Sinjai Barat resmi menutup rangkaian perjalanannya. Putaran ke-9 yang sekaligus menjadi puncak safari tingkat kecamatan ini digelar di Masjid Jami’ Haqqul Yaqin, Lingkungan Balang-Balang, Kelurahan Balakia, Senin (9/3/2026).
Momen penutup ini menjadi ruang refleksi mendalam untuk menyelaraskan kesalehan ritual dengan tanggung jawab sosial, khususnya dalam membangun generasi masa depan yang tangguh secara fisik dan spiritual.
Camat Sinjai Barat, A. Nasrun, dalam sambutan pamungkasnya menyoroti program strategis nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penguatan Koperasi Desa (Kopdes). Ia menekankan bahwa ikhtiar melahirkan "Generasi Emas" harus dimulai dari pemenuhan gizi yang tepat sejak dalam kandungan.
"Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi yang stunting di Sinjai Barat. Jangan sampai ada kekeliruan pola asuh, seperti menjual sayur segar hanya untuk membeli mie instan. Mari kita kawal program MBG agar anak-anak kita tumbuh cerdas dan sehat," tegas A. Nasrun di hadapan jemaah.
Tak hanya fisik, penguatan moral pun menjadi sorotan. Ia mengapresiasi kebijakan Gubernur yang mendorong pelajar menghafal Juz 30 sebagai syarat kelulusan. Hal ini dinilai sebagai benteng utama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Kepala KUA Kecamatan Sinjai Barat, Bakri, yang membawakan ceramah tarawih tepat pada malam ke-20, mengaitkan pesan langit dengan realitas sosial. Di tengah masjid yang dipadati jemaah, ia menjelaskan bahwa perintah agama untuk mengonsumsi makanan yang Halal dan Thoyyib (baik/bergizi) sejalan dengan program kesehatan pemerintah.
"Jika masyarakat menemukan kualitas makanan bantuan yang tidak layak, segera laporkan ke pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan generasi penerus kita kuat secara intelektual dan spiritual," ujar Bakri.
Ia juga mengingatkan pentingnya meninggalkan warisan yang kuat bagi anak cucu. "Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah secara ekonomi, pendidikan, maupun iman. Kita butuh penerus yang mampu menjadi imam dan pemimpin amanah bagi negeri ini."
Menutup ceramahnya, Bakri menyentuh aspek ekonomi syariah terkait kewajiban zakat fitrah yang telah ditetapkan minimal sebesar Rp.35.000-Rp.60.000 melalui koordinasi Baznas. Ia mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan solusi atas kesulitan hidup.
"Zakat dan amal jariyah adalah kawan sejati di alam kubur. Siapa yang bertakwa dan menunaikan kewajibannya, Allah menjanjikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," pungkasnya. (Ichal)