PW Pergunu Sulsel Resmi Dilantik, Kakanwil Kemenag Ali Yafid Harap Sinergi Lintas Sektoral
Kontributor
MAKASSAR, KEMENAG SULSEL – Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sulawesi Selatan (Sulsel) masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Jalan Nuri, Makassar, Kamis 5 Februari 2026.
Pelantikan dilakukan Sekretaris Umum Pergunu, Aris Adi Laksono, dan dihadiri Ketua Umum Pergunu Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim yang turut memberikan tausiyah kebangsaan kepada jajaran pengurus.
Ketua PW Pergunu Sulsel Muhammad Yunus mengatakan, kepengurusan periode ini diisi oleh figur-figur akademisi dengan latar belakang keilmuan yang kuat. Ia menyebut mayoritas pengurus merupakan guru besar dan doktor dari berbagai disiplin ilmu.
“Pengurus Pergunu Sulsel ini para tokoh. Sangat banyak guru besar, rata-rata doktor. Yang S2 hanya sedikit, apalagi S1,” ujar Yunus dalam sambutannya.
Menurutnya, kekuatan intelektual tersebut merupakan potensi besar yang harus disatukan untuk kepentingan umat dan penguatan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Potensi ini adalah kekuatan besar umat. Ke depan, kita tidak menunggu komando dari siapa pun. Mari kita mengomandoi diri kita masing-masing untuk mengoptimalkan potensi yang ada,” katanya.
Yunus menegaskan, para pengurus yang dilantik tidak hanya menjadi pelengkap struktur organisasi, tetapi harus menjadi penggerak gagasan sekaligus pelaksana di lapangan.
“Kita ini pencetus ide sekaligus pelaksana ide. Bukan hanya narasi, tapi harus ada aksi nyata dalam kegiatan Pergunu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Ali Yafid yang juga ditetapkan sebagai Dewan Pembina PW Pergunu Sulsel berharap kepengurusan baru dapat segera menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat.
“Kami mau melihat aksi PW Pergunu di Sulawesi Selatan. Strukturnya sudah luar biasa, tinggal digerakkan. Saya harap Pergunu bisa memfasilitasi pengembangan SDM dan betul-betul berkhidmat untuk umat,” ujar Ali Yafid.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan, pendidik, dan pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta menjaga nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal JKSN H Mohammad Ghofirin, Wakil Ketua Tahfiziyah PWNU Sulsel Prof Muammar Bakri, Ketua MUI Kota Makassar H Baharuddin Abd Safa, serta sejumlah kepala bidang dan kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel. (PPL/AB)