Daerah

Ramadan Bulan Mulia: Malam Nuzulul Quran Dan Pedoman Bagi Semua

Foto Kontributor
Ulya Sunani

Kontributor

Sabtu, 07 Maret 2026
...

Maros (Kemenag Maros)-Di antara yang membuat Ramadan menjadi bulan mulia nan istimewa, karena di bulan ini, Rasulullah Saw menerima wahyu pertama di Gua Hira. Peristiwa turunnya Surah Al-Alaq ini, kemudian diperingati sebagai Nuzulul Quran, turunnya Al-Quran.

Motivasi memuliayakan momen besar ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik, bersama Bupati Chaidir Syam dan Forkopimda satu majelis dalam peringatan Malam Nuzulul Quran. Acara berlangsung di Masjid Agung Nur Arrahman, Maros, Jumat (6/3/2026).

Diawali Salat Isya berjamaah, acara yang juga dihadiri oleh ratusan jemaah masjid ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Maros, Chaidir Syam.

Bupati Chaidir menyampaikan kesyukuran bisa kembali dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat dalam momen keagamaan yang mulia, pada malam ke-17 Ramadan.

“Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan sampai pada pucuk, nanti saat Idulfitri. Nuzulul Quran merupakan momen penting bagi seluruh umat Islam. Ini juga merupakan sebuah kehormatan bagi kita semua, bisa memperingati momen penting turunnya wahyu Al-Quran,” harap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Chaidir menyebut bahwa peringatan acara keagamaan bukan hanya seremonial, tapi juga merupakan refleksi spiritual dan upaya menggali kembali aspek sosial dan keteladanan yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Kemudian ia menyampaikan pesan Ramadan dalam kaitannya dengan dinamika sosial akhir-akhir ini. “Malam ini, kembali saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan. Mari kita isi sisa Ramadan dengan berbagai kegiatan amaliah yang terbaik. Karena belum tentu kita bertemu Ramadan tahun depan, tapi insyaallah kita diberi umur panjang,” lanjutnya.

“Kepada para ulama, tokoh agama dan kepada seluruh masyarakat, mari kita terus mendoakan kabupaten yang kita cintai ini. Semoga kabupaten kita terhindar dari mara bahaya dan bencana,” tutup Bupati.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Dr. Nur Taufik Sanusi. Putra Alm. Anregurutta Sanusi Baco ini mengungkapkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat garis-garis besar haluan kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan kehidupan tak lepas dari apa yang sudah terkandung dalam Al-Quran.

“Kitab Suci Al-Quran merupakan pedoman, bukan hanya bagi diri manusia, tapi bagi semua yang ingin memahami alam semesta dan seisisnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Dr. Nur Taufik juga mengurai berbagai penemuan besar di dunia, sebenarnya bersumber dari Al-Quran. “Al-Quran bukan hanya simbol mendulang pahala, misal dengan memperbanyak membacanya di bulan penuh berkah ini. Tapi kita tak boleh hanya sebatas itu, karena Al-Quran adalah pedoman dari seluruh aspek kehidupan kita, problem solver dari segala masalah yang kita hadapi,” jelasnya.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat, menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk laku hidup keseharian masyarakat.

Tapi, menurutnya ada kendala terkait memahami isi Al-Quran. “Satu aspek dari penerjemahan Al-Quran, yakni belum bisa memfasilitasi bahasa-bahasa yang sesuai dengan generasi, misal terjemahan Al-Quran bagi generasi Milenial, generasi Alpha dan selanjutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini penting agar bahasa-bahasa terjemahan Al-Quran bisa menjawab konteks dan dinamika yang dialami oleh setiap generasi.

Sekali lagi, menutup tausiahnya, Dr. Taufik mengajak jemaah Masjid Agung untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman bagi setiap urusan.

Acara peringatan Nuzulul Quran tingkat Kabupaten Maros 17 Ramadan 1447 H diakhiri dengan Salat Tarawih dan Witir secara berjamaah. 

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default