Safari Ramadan KUA Sinjai Barat Sambangi 12 Masjid Di Desa Gunung Perak
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) –Tim Safari Ramadan Kabupaten Sinjai kembali melanjutkan syiar Islam pada putaran ke-5. Kali ini, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, menjadi titik fokus kegiatan yang melibatkan sinergi antara tim dakwah dan tim penerangan, Selasa (3/3/2026).
Sebanyak 12 masjid dan musala di wilayah tersebut menjadi sasaran kunjungan tim. Sebelum para mubalig bertugas, Ketua DMI Cabang Sinjai Barat, A. Paris, secara resmi mengumumkan pembagian tugas para penceramah yang akan mengisi mimbar-mimbar di setiap titik sasaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting setempat, di antaranya Camat Sinjai Barat, Kepala KUA Sinjai Barat, Ketua IPIM Sinjai Barat, serta jajaran mubalig, mubaligah, dan tim penerangan dari berbagai instansi.
Filosofi umur itu hanya antara Azan dan Salat dalam tausiyahnya, penceramah Rizal mengajak jemaah untuk merefleksikan hakikat kehidupan melalui perumpamaan waktu yang sangat singkat.
"Umur kita ini ibarat waktu antara azan dan salat. Ketika lahir kita diazankan, dan ketika meninggal kita disalatkan. Maka, mari pergunakan sisa usia ini untuk membuktikan diri sebagai hamba yang bertaqwa, khususnya dengan meningkatkan amalan di bulan suci ini," ujar Rizal.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas puasa di siang hari serta menghidupkan malam dengan salat berjamaah demi mengharap rida Allah SWT.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sinjai Barat, Bakri, memberikan pencerahan mengenai pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam membawa perubahan peradaban. Ia juga menyoroti aspek kesalehan sosial melalui zakat dan sedekah.
Bakri menjelaskan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk membersihkan harta. Ia memaparkan urutan prioritas dalam berbagi agar bantuan tepat sasaran:
- Orang Tua (sebagai yang paling utama).
- Saudara atau Kerabat Terdekat.
- Masyarakat Miskin dan Anak Yatim.
"Mengeluarkan zakat adalah perintah Allah untuk membersihkan harta kita. Tujuannya agar kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Kesalehan dan kesabaran yang kita pupuk selama Ramadan ini harus tetap dipertahankan bahkan setelah bulan ini berlalu," tegas Bakri.
Selain aspek ritual dan sosial, pembahasan ini juga menggarisbawahi pentingnya sifat sabar dalam menjauhi kemaksiatan. Menanamkan sifat kesalehan pribadi dinilai sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi keagamaan yang mendalam bagi warga Desa Gunung Perak. (Ichal)