Safari Ramadhan Kecamatan Bulukumpa, Kakan Kemenag Bulukumba Tekankan Silaturahmi Dan Sedekah
Kontributor
Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) — Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali melaksanakan Safari Ramadan ke-4 yang dirangkaikan dengan tausiah dan buka puasa bersama, Senin (2/3/2026). Kegiatan tausiah dipusatkan di Masjid Jabal Taqwa Tanete, sementara buka puasa bersama berlangsung di Gedung Putih, kediaman pribadi Bupati Bulukumba.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bulukumba, H. Andi Ali Muchtar, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Bertindak sebagai penceramah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Abdul Rafik.
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba, H. Andi Ali Muchtar, menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Safari Ramadan ini adalah ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Di bulan yang penuh berkah ini, kita ingin memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah, serta memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Sementara itu, dalam tausiahnya, H. Abdul Rafik menekankan pentingnya silaturahmi sebagai bagian dari ajaran agama. Ia mengingatkan bahwa agama mengajarkan umatnya untuk saling bersalaman dan mempererat hubungan, sebab dalam setiap pertemuan dan jabat tangan terdapat nilai pengampunan dari Allah SWT.
“Agama mengajarkan kita untuk bersilaturahmi, untuk bersalam-salaman agar dosa-dosa yang kita lakukan dapat diampuni oleh Allah SWT. Maka jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah pertemuan yang dilandasi niat baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, syukur tidak hanya sebatas ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Yang harus kita perkuat adalah syukur. Ketika Tuhan memberikan anugerah kepada kita, itu patut kita syukuri. Namun yang lebih baik lagi, ketika anugerah itu kita bagi kepada saudara-saudara kita dalam bentuk sedekah, maka itulah syukur yang berkualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Abdul Rafik menyampaikan bahwa tersenyum kepada sesama merupakan sedekah. Namun ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir, bukan sekadar tersenyum, tetapi bersedekah agar orang lain bisa tersenyum.
“Tersenyum kepada orang lain adalah sedekah. Tetapi mari kita ubah mindset kita, bersedekahlah agar saudara kita yang tersenyum. Apapun statusnya, bagaimana pun jabatannya, kaya atau miskin, hendaknya tetap bersedekah,” tegasnya.
Sebagai penutup tausiah, ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan bukan karena Allah membutuhkan manusia, melainkan karena manusia saling membutuhkan satu sama lain.
“Tuhan menciptakan kita di muka bumi ini bukan karena Tuhan membutuhkan kita, tetapi karena kita dibutuhkan oleh manusia lain, untuk saling tolong-menolong dan menguatkan dalam kebaikan,” pungkasnya.
Safari Ramadan ke-4 ini berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan, mencerminkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial yang menjadi esensi bulan suci Ramadan. (Vira)