Senyum Haru Peserta Didik MA Mursyidut Thullab Lembanna Raih Predikat Mumtaz Di Wisuda Tahfiz
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) — Prestasi membanggakan diraih oleh salah satu peserta didik MA Mursyidut Thullab Lembanna dalam Pelaksanaan Wisuda Tahfiz Juz 29 dan 30 Angkatan II yang digelar diaula madrasah, Sabtu (7/3/2026). Pada kesempatan tersebut, Kirani Salsabila dinobatkan sebagai Wisudawan Tahfiz Terbaik atas capaian hafalan dan kualitas bacaannya yang sangat baik.
Kirani merupakan peserta didik kelas XII IPS yang berhasil meraih predikat Mumtaz, predikat tertinggi dalam penilaian wisuda tahfiz. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta kemampuan menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an selama proses evaluasi.
Putri dari pasangan Bahar dan Najmiati ini dikenal sebagai sosok yang tekun dan disiplin dalam menjaga hafalannya. Ketekunan serta kesungguhannya dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an menjadi inspirasi bagi teman-teman sesama peserta didik di lingkungan madrasah.
Momen paling mengharukan saat prosesi pengalungan selempang wisudawan tahfiz terbaik, pemberian sertifikat, serta pemberian buket bunga di atas panggung. Kirani dan kedua orang tuanya tersenyum bangga dan tidak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. Air mata kebahagiaan terlihat saat Kirani menerima penghargaan tersebut di hadapan para tamu undangan dan keluarga besar madrasah.
Dalam sambutan Ketua Panitia Wisuda Tahfiz Angkatan II, Hajrah, turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kirani Salsabila. Ia menyebut bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kesungguhan, kedisiplinan, serta ketekunan dalam menjalani proses menghafal Al-Qur’an.
“Prestasi yang diraih oleh Kirani Salsabila merupakan bukti bahwa dengan niat yang tulus, usaha yang sungguh-sungguh, serta dukungan dari keluarga dan para pembimbing, peserta didik mampu mencapai hasil yang membanggakan. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mencintai Al-Qur’an dan meningkatkan hafalannya,” ungkap Hajrah dalam sambutannya.
Kirani sendiri memiliki motto yang menjadi pegangan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an, yaitu “Menghafal Al-Qur’an untuk Allah, bukan untuk pujian manusia.” Motto tersebut menjadi pengingat bagi dirinya untuk selalu meluruskan niat dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Keberhasilan Kirani Salsabila sebagai wisudawan tahfiz terbaik tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika MA Mursyidut Thullab Lembanna. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya untuk terus mencintai, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Ayn)