Daerah

Tekan Perkawinan Anak, KUA Makale Hadirkan BRUS “Move For Sakinah Maslahat” Di SMAN 5 Tana Toraja

Foto Kontributor
Humas Tana Toraja

Kontributor

Kamis, 26 Februari 2026
...

TANA TORAJA (Kemenag Tana Toraja) -- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Makale kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang optimal melalui kegiatan The Most KUA “Move for Sakinah Maslahat” dalam bentuk Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Januari 2026, di UPT SMA Negeri 5 Tana Toraja, Kabupaten Tana Toraja, dengan melibatkan para siswa sebagai peserta utama.

Program tersebut merupakan implementasi The Most KUA yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pembinaan remaja dan pencegahan perkawinan anak. Melalui kegiatan ini, KUA Makale memperkuat edukasi dini kepada generasi muda agar lebih siap secara mental, pendidikan, dan sosial dalam merencanakan masa depan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah seorang siswi UPT SMA Negeri 5 Tana Toraja, dilanjutkan dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang menyampaikan apresiasi atas sinergi antara KUA Makale dan pihak sekolah dalam mendukung pembinaan peserta didik.

Kepala KUA Kecamatan Makale, Buhari Pamilangan, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa BRUS merupakan langkah preventif yang penting dalam menekan angka perkawinan anak. Ia menekankan bahwa pembinaan remaja harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan guna membentuk generasi yang matang, bertanggung jawab, dan memiliki visi masa depan yang jelas.

Materi inti disampaikan oleh Miftah Farid selaku Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek kesiapan menuju pernikahan, mulai dari kesiapan mental, pendidikan, ekonomi, hingga sosial, serta risiko yang dapat timbul akibat perkawinan usia anak.

Dalam sesi tersebut, ia menegaskan, "Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi kesiapan mental, pendidikan, dan tanggung jawab. Remaja harus memahami bahwa masa depan mereka sangat ditentukan oleh keputusan yang diambil hari ini. Karena itu, pendewasaan usia perkawinan menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.”

Ia juga menambahkan bahwa pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. "Perlu sinergi lintas sektor antara KUA, sekolah, dan keluarga. Edukasi harus dilakukan secara dialogis dan partisipatif agar remaja benar-benar memahami dampak sosial, psikologis, dan pendidikan dari perkawinan usia anak,” ujarnya.

Penyampaian materi berlangsung komunikatif dan disambut antusias oleh para siswa yang aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penguatan komitmen kolaborasi.

Melalui pelaksanaan BRUS dalam bingkai The Most KUA, KUA Makale menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Penguatan pendekatan berbasis kelompok yang dialogis dan partisipatif diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan remaja sebagai generasi penerus yang sakinah dan maslahat. (maul/frd)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default