The Most KUA Ujung Gelar BRUS Di SMKN 2 Parepare: Kupas AI Hingga Tiga Dimensi Iman
Kontributor
Ujung,
(Kemenag Parepare) – The Most KUA Kecamatan Ujung kembali menyapa generasi muda
Kota Parepare melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Mengusung
tema “Remaja
Beriman: Karakter Cerah, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 2
Parepare pada Kamis, 26 Februari 2026.
Acara
diawali dengan arahan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Rudi, yang
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut. Menurutnya,
sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA
Kecamatan Ujung sangat penting dalam membentengi moral siswa di tengah
arus modernisasi yang kian dinamis.
Senada
dengan itu, Kepala KUA Kecamatan Ujung, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa
program BRUS merupakan bekal krusial bagi para siswa untuk menghadapi tantangan
zaman. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi
mampu menanamkan nilai yang membekas dalam kehidupan para remaja.
Sebagai
pemateri pertama, Iriani Ambar membedah fenomena Artificial Intelligence (AI)
yang kini merambah dunia pendidikan. Ia mengulas bagaimana aplikasi
pembelajaran hingga sistem penilaian otomatis real-time telah hadir di ruang
kelas, bahkan dalam genggaman siswa.
“Secanggih
apa pun AI, ia tetap memiliki keterbatasan. AI hanya mampu mengolah data dan
menjalankan algoritma, namun tak memiliki empati. Ia tidak dapat menggantikan
peran guru yang mampu merasakan kegelisahan siswa melalui tatapan mata saat
penuh kebimbangan. Lewat guru, siswa dilatih berpikir kritis dan membangun
karakter. Maka, peran guru mutlak untuk dihormati dan dihargai,” tegas Iriani.
Pemateri
kedua, Suardi, menekankan pentingnya profil remaja ideal di masa depan.
Menurutnya, kesuksesan tidak cukup diraih dengan kecerdasan intelektual semata.
“Remaja
masa depan adalah remaja yang memiliki perpaduan kuat antara iman, ilmu, dan
karakter yang kokoh,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.
Sementara
itu, Amir Said menghadirkan perspektif kesiapan masa depan dari sisi domestik.
Ia menyoroti pentingnya penguatan aspek finansial sebelum melangkah ke jenjang
pernikahan. Kemandirian ekonomi, menurutnya, menjadi salah satu pilar utama
dalam membangun keluarga yang stabil dan berkualitas.
Sebagai
penutup, Zainal Abidin menyampaikan materi filosofis namun aplikatif melalui
tiga dimensi pembentuk remaja beriman dan masa depan cemerlang.
Pertama,
dimensi ontologis, yakni kesadaran akan eksistensi diri sebagai ciptaan terbaik
sebagaimana termaktub dalam firman Allah “Walaqad khalaknal insana fi ahsani taqwin”. Ia
mengingatkan siswa untuk tidak merendahkan martabat diri dengan narkoba,
sabu-sabu, lem kastol, hingga judi online.
Kedua,
dimensi moral, yaitu bertindak berdasarkan akhlakul karimah, saling menghargai,
menjauhi aksi perundungan (bullying), serta berbakti kepada orang tua dan guru.
Ketiga,
dimensi teologis, yakni kesadaran sebagai hamba Allah yang memiliki kewajiban
menjalankan ibadah utama seperti shalat dan mengaji.
Kegiatan
yang dipandu Herana sebagai moderator berlangsung interaktif dan penuh
kehangatan. Turut hadir membersamai kegiatan ini jajaran penyuluh agama, antara
lain Idil Syam, Imran Paduai, Ali Hafid, Amir Tang, Nuryappa, serta pelaksana
Andi Fitriani dan Aloysius (Penyuluh Katolik) yang turut memberikan warna
toleransi dan keberagaman dalam pembinaan karakter.
Melalui
program BRUS ini, The Most KUA Kecamatan Ujung berharap siswa SMKN 2 Parepare
mampu tumbuh menjadi generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual,
tetapi juga luhur secara spiritual dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
(Ardi/Wn)