Daerah

The Most KUA Ujung Gelar BRUS Di SMKN 2 Parepare: Kupas AI Hingga Tiga Dimensi Iman

Foto Kontributor
Nurwina Busrah

Kontributor

Sabtu, 28 Februari 2026
...

Ujung, (Kemenag Parepare) – The Most KUA Kecamatan Ujung kembali menyapa generasi muda Kota Parepare melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Mengusung tema “Remaja Beriman: Karakter Cerah, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 2 Parepare pada Kamis, 26 Februari 2026.

Acara diawali dengan arahan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Rudi, yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA Kecamatan Ujung sangat penting dalam membentengi moral siswa di tengah arus modernisasi yang kian dinamis.

Senada dengan itu, Kepala KUA Kecamatan Ujung, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa program BRUS merupakan bekal krusial bagi para siswa untuk menghadapi tantangan zaman. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menanamkan nilai yang membekas dalam kehidupan para remaja.

Sebagai pemateri pertama, Iriani Ambar membedah fenomena Artificial Intelligence (AI) yang kini merambah dunia pendidikan. Ia mengulas bagaimana aplikasi pembelajaran hingga sistem penilaian otomatis real-time telah hadir di ruang kelas, bahkan dalam genggaman siswa.

“Secanggih apa pun AI, ia tetap memiliki keterbatasan. AI hanya mampu mengolah data dan menjalankan algoritma, namun tak memiliki empati. Ia tidak dapat menggantikan peran guru yang mampu merasakan kegelisahan siswa melalui tatapan mata saat penuh kebimbangan. Lewat guru, siswa dilatih berpikir kritis dan membangun karakter. Maka, peran guru mutlak untuk dihormati dan dihargai,” tegas Iriani.

Pemateri kedua, Suardi, menekankan pentingnya profil remaja ideal di masa depan. Menurutnya, kesuksesan tidak cukup diraih dengan kecerdasan intelektual semata.

“Remaja masa depan adalah remaja yang memiliki perpaduan kuat antara iman, ilmu, dan karakter yang kokoh,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.

Sementara itu, Amir Said menghadirkan perspektif kesiapan masa depan dari sisi domestik. Ia menyoroti pentingnya penguatan aspek finansial sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Kemandirian ekonomi, menurutnya, menjadi salah satu pilar utama dalam membangun keluarga yang stabil dan berkualitas.

Sebagai penutup, Zainal Abidin menyampaikan materi filosofis namun aplikatif melalui tiga dimensi pembentuk remaja beriman dan masa depan cemerlang.

Pertama, dimensi ontologis, yakni kesadaran akan eksistensi diri sebagai ciptaan terbaik sebagaimana termaktub dalam firman Allah “Walaqad khalaknal insana fi ahsani taqwin”. Ia mengingatkan siswa untuk tidak merendahkan martabat diri dengan narkoba, sabu-sabu, lem kastol, hingga judi online.

Kedua, dimensi moral, yaitu bertindak berdasarkan akhlakul karimah, saling menghargai, menjauhi aksi perundungan (bullying), serta berbakti kepada orang tua dan guru.

Ketiga, dimensi teologis, yakni kesadaran sebagai hamba Allah yang memiliki kewajiban menjalankan ibadah utama seperti shalat dan mengaji.

Kegiatan yang dipandu Herana sebagai moderator berlangsung interaktif dan penuh kehangatan. Turut hadir membersamai kegiatan ini jajaran penyuluh agama, antara lain Idil Syam, Imran Paduai, Ali Hafid, Amir Tang, Nuryappa, serta pelaksana Andi Fitriani dan Aloysius (Penyuluh Katolik) yang turut memberikan warna toleransi dan keberagaman dalam pembinaan karakter.

Melalui program BRUS ini, The Most KUA Kecamatan Ujung berharap siswa SMKN 2 Parepare mampu tumbuh menjadi generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara spiritual dan tangguh menghadapi tantangan zaman. (Ardi/Wn)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default