Buka Kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama bagi Pemuda Kristen, Muh. Tonang : Perbedaan Adalah Ketetapan Tuhan

Makassar, HUMAS KEMENAG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muh. Tonang membuka kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama bagi Pemuda Kristen se Sulsel yang digelar di Hotel Dalton Makassar, Senin 20 Mei 2024.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bimas Kristen Kanwil Kemang Sulsel ini diikuti 80 peserta dari unsur pemuda berbagai denominasi gereja dan lembaga pelayanan, serta penyuluh agama PNS dan PPPK. Diagendakan kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, 20 - 23 Mei 2024.

Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah bersama tim fasilitator moderasi beragama dan rumah moderasi beragama IAKN Toraja dan UIN Alaudin Makassar.

Dalam arahannya, Kakanwil Muh. Tonang mengatakan perbedaan adalah sunnatullah atau ketetapan Tuhan, dimana manusia diciptakan memang berbeda satu sama lain, berbeda agama, fisik, prilaku dan lain-lain.

“Ketika kita sadar bahwa kita berbeda, maka kita bisa saling menghargai, kemudian kita tingkatkan menjadi bekerjasama. Perbedaan itu sunnatullah, kira harus menghargai perbedaan agama dan keyakinan orang lain,” ucapnya.

Agama adalah dogma absolut yang tidak bisa diperdebatkan, lanjutnya, namun kata dia, terkadang nalar dan sikap keberagamaan serta interaksi sosial seseorang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi khususnya media sosial.

“Saat ini kita berinteraksi lebih dalam ke wilayah-wilayah sosial dimana media sosial banyak memberi informasi yang terkadang mendiskreditkan agama tertentu. Olehnya itu kita dituntut untuk bisa memfilter berita-berita tersebut,” imbaunya.

Soal mederasi beragama, sambung Tonang, adalah lebih kepada sikap tolaransi, dan komitmen keindonesiaan, serta penerimaan terhadap nilai-nilai budaya.

“Tiga poin ini akan meneguhkan indonesia yang damai, inklusif dan membawa agama menjadi inspirasi,” sebutnya.

Selain itu, mantan Kepala Kantor Kemenag Kab. Maros ini mengatakan bahwa sesungguhnya nilai-nilai moderasi beragama bukan hal baru bagi bangsa Indonesia, namun sebelumnya telah dijabarkan dalam lima sila pancasila.

“Moderasi beragama ini mirip-mirip Pancasila, dimana nilai-nilai moderasi seperti gotong royong, kerja sama, toleransi dan saling menghormati mendasari interaksi kita tanpa memandang perbadaan agama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel Marlin Naray dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kakanwil, serta para fasilitator moderasi beragama selaku narasumber, terlebih khusus kepada para pererta dari 24 kabupaten /  kota se Sulsel yang mengikuti kegiatan ini.

“Suatu kehormatan bagi kami ketika pak Kakanwil boleh hadir membuka kegiatan ini, Pokja Moderasi yang telah mengirim fasilitator selaku nara sumber dan juga kepada peserta. Semoga kegiatan ini bermanfaat utuk kerja dan layanan kita selaku pemuda, selaku penyuluh dimanapun kita ditempatkan,” ucap Marlin singkat. (AB)


Wilayah LAINNYA