Narasumber di Pro 1 RRI Makassar, Ny. Nurlina Tonang  Bahas Aktualiasasi Jati Diri DWP Kemenag Sulsel

Makassar, HUMAS KEMENAG - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Nurlina Tonang memenuhi undangan Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar untuk bertindak sebagai narasumber pada program OBSESI (Obrolan Seru Siang Ini) di radio tersebut, Rabu 12 Juni 2024.

Dalam perbincangan berdurasi 90 menit itu, Nurlina Tonang disodorkan pembahasan dengan tema "DWP Kemenag Berdaya Membangun Jati Diri di Era Milineal dan Digitalisasi.

Guru SMU 14 Makassar ini kemudian memaparkan bagaimana ibu-ibu anggota DWP menjadi Dharma Wanita yang berdaya dan mampu meningkatkan potensi dirinya melalui kegiatan-kegiatan positif, serta menyibukkan diri untuk melaksanakan program kerja yang telah dicanangkan.

“Di era milineal sekarang ini, DWP bukan hanya sekedar organisasi perkumpulan ibu-ibu arisan, tapi DWP menjadi sebuah wadah untuk meningkatkan jati diri masing-masing anggota,” bebernya.

Pada bincang-bincang santai yang dipandu host Meiliani Ahmad ini, istri orang nomor satu di Kanwil Kemenag Sulsel tersebut, juga memaparkan program kerja DWP Kemenag yang menurutnya sejalan dan beririsan dengan program nasional.

“Kemenag dan DWP pada khususnya memiliki program yang beririsan dengan program Nasional, seperti misalnya pembinaan RA, penurunan stunting dan moderasi beragama,” sebutnya.

Keseluruhan capaian program tersbut, kata Nurlina lagi, dipublikasikan melalui berbagai media, seperti media sosial dan pemberitaan di website sulsel.kemenag.go.id.

“Publikasi melalui berbagai platform media sosial dan portal sulsel.kemenag.go.id sangat membantu kami di DWP Kemenag Sulsel untuk melakukan publikasi atas capaian program yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan,” ucapnya.

Atas kehadirannya di Pro 1 RRI Makassar selaku narasumber dalam segmen acara OBSESI itu, Nurlina Tonang berharap dapat membawa nama DWP Kemenag Sulsel ikut berkibar di udara dan terdengar gaungnya di tengah masyarakat.

“Bahkan dapat menjadi supporting system untuk karir suami dan program Kemenag secara keseluruhan,” harapnya.(AB)


Wilayah LAINNYA