Narasumber pada Rakerwil Kemenag Sulsel, Irjen Faisal Ali Yasim Tegaskan ASN Jangan Lakukan Pungli

Makassar, HUMAS SULSEL - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Faisal Ali Hasyim menegaskan agar ASN Kemenag Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak melakukan pungutan liar (pungli) dalam memberi layanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut diungkapkan Irjen Faisal Ali Hasyim ketika bertindak sebagai narasumber pada Rapat Kerja Wilayah Kemenag Sulsel yang digelar di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Kamis malam 22 Februari 2024.

Mengawali paparannya dengan judul materi “Peningkatan Layanan Publik melalui Penguatan Integritas”, Faisal menukil pesan Menteri Agama RI yang dikemukakan ketika membuka Rakernas Kemenag RI di Kota Semarang beberapa hari yang lalu bahwa Sebagai instansi yang menyandang nama “Agama", ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam pelayanan yang bebas korupsi.

Selain itu, Irjen Faisal juga mengingatkan agar ASN Kemenag Sulsel senantiasa berpedoman pada visi misi Kementerian Agama dalam menjalankan aktifitasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Secara khusus Faisal menyoroti kinerja KUA dan Kepala Madrasah, yang oleh Menteri Agama kedua satker ini telah dianggap sebagai etalase Kemenag ataupun miniatur Kementerian Agama, sehingga dalam memberikan layanan tidak boleh sekali-sekali melakukan pungli.

“ASN yang bekerja di KUA semestinya melakukan perubahan habit (kebiasaan) dan culture (budaya) dalam memberikan layanan. Ini yang belum banyak berubah, yang berubah hanya dari sisi fasilitas saja,” ungkapnya.

Begitu juga untuk Madrasah, Irjen Faisal mewanti-wanti untuk tidak melakukan pembiaran bila ada oknum pegawai di madrasah yang menerima gratifikasi. “Pimpinan jangan lakukan pembiaran karena itu masuk kategori tindakan indisipliner,” sebutnya.

Terkait upaya penguatan pengawasan pelayanan publik, Irjen kelahiran Pidie Banda Aceh 22 Februari 1971 ini mengimbau agar ASN Kementerian Agama menerapkan 9 prinsip good governance, yaitu : Partisipasi Masyarakat, Tegaknya Supremasi Hukum, Transparansi, Responsif, Konsensus, Kesetaraan atau Keadilan, Efektifitas dan Efisien, Akuntabilitas dan Visi Strategis.

Adapun tanggapan Irjen Faisal untuk pelaksanaan Rakerwil Kemenag Sulsel ini, dirinya berharap melalui forum Rakerwil ini akan lahir kesepakatan - kesepakatan dimana kesepakatan tersebut menjadi bagian dari terobosan untuk bisa terus menghadirkan kinerja terbaik guna mewujudkan Kemenag yang profesional.

“Tentunya melalui kerja - kerja cerdas dan inovasi yang luar biasa, kita bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, dan ini tentu harus terus menerus kita lakukan secara keikhlasan dan mengedepankan kerja sebagai ibadah. Dengan cara seperti itu kita bisa meberikan makna kepada masyarakat yang kita cintai,” pungkasnya. (AB)


Wilayah LAINNYA