Pertamakalinya, Workshop Guru Agama Kristen Non PNS Diresmikan Kakankemenag

Illustrasi Foto (Kemenag RI Provinsi Sulawesi Selatan)

Makassar (Inmas Makassar) - Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen (GPAK) untuk pertama kalinya pesertanya dikhususkan bagi guru yang berstatus Non-PNS, baik guru Yayasan maupun yang berstatus honorer, ungkap panitia penyelenggara, Merpati Sampeliling, S.Th. dalam laporannya di hadapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar di Hotel Singgasana Kota Makassar, Kamis (8/8/2019). 

Lebih lanjut, Kakankemenag Kota Makassar, Dr. H. M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang secara khusus diperuntukkan bagi guru yang berstatus non PNS tersebut. "Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibu Penyelenggara Kristen atau ketua panitia, bahwa ini adalah acara yang dikhususkan bagi guru Non-PNS, maka kita patut bersyukur, semoga kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan untuk tahun berikutnya" ungkapnya.

Ditegaskannya "Mudah-mudahan tahun depan Ibu Penyelenggara Kristen dapat mengingatkan agar kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan dengan materi yang berbeda dan bila perlu diusulkan agar dilaksanakan dua kali setahun" tegasnya diiringi tepuk tangan peserta.

WhatsApp Image 2019-08-09 at 08.29.53 (2)

Kakankemenag juga mengucapkan terima kasih kepada guru agama Kristen atas partisipasinya dalam menebarkan ajaran agama melalui pendidikan di sekolah-sekolah, "Terima kasih kepada guru agama Kristen yang selama ini telah memberi penguatan kepada anak didik di masing-masing satuan pendidikan, karena diketahui ketersediaan guru agama tidak sebanding dengan jumlah siswa. Karena itu saya sudah sampaikan kepada Penyelenggara Kristen agar memberdayakan teman-teman yang mau meluangkan waktu untuk mengajarkan ilmu agama di sekolah-sekolah", imbuhnya. 

Di akhir sambutannya Kakankemenag lebih lanjut mengungkapkan bahwa Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Makassar melaksanakan kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan agama anak didik di sekolah, dan semoga melalui kegiatan ini dapat memberi bekal tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi guru agama Kristen untuk diaplikasikan di sekolah masing-masing, pungkasnya. 

Usai membuka secara resmi kegiatan workshop, Kakankemenag mengalungkan atribut secara simbolis kepada dua orang perwakilan peserta yaitu Merry J. Tanjung guru SD Pondarika bersama Yoel Sumarto guru SMP Mahaputra dan dilanjutkan dengan foto bersama peserta secara berkelompok, yang dimulai dari guru SD , guru SMP hingga guru SMA. (syh/wrd)

WhatsApp Image 2019-08-08 at 20.09.09

 


Wilayah LAINNYA