Pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas, Ketua DWP Ajak Bangun Kebersamaan dan Persaudaraan

Illustrasi Foto (Kemenag RI Provinsi Sulawesi Selatan)

Bantaeng (Humas Kemenag) –Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kab Bantaeng Ibu Hj. Sitti Hasnah. S. Ag juga sebagai Dewan Pembina Majelis Taklim al-Ikhlas DWP Kantor Kemenag Kab Bantaeng memberikan sambutan sekaligus pencerahan pada kegiatan pengajian majelis taklim al ikhlas yang  dilaksanakan di aula Kemenag Bantaeng, Jum'at(15/1/2021).

“Mari terus bangun semangat kebersamaan dan semangat persaudaraan  antar sesama Keluarga Besar Kemeterian Agama” ajaknya.

Pengajian majelis taklim yang dilaksanakan setiap bulannya adalah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada alllah SWT. Majelis Taklim menjadi wadah untuk merajut kebersamaan dan persaudaraan bagi keluarga besar Kantor Kemenag Kab. Bantaeng 

selain kegiatan pengajian dilaksanakan juga kegiatan lainnya yakni Pengundian arisan.


Hj. Hasnah. S. Ag mengajak para pengurus dan anggota majelis taklim untuk banyak-banyak memanfaatkan dan menyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Hal tersebut dikemukakan dengan menyampaikan  hadits Nabi Muhammad Saw yang menganjurkan kita untuk memanfaatkan sebaik-baiknya 5 perkara sebelum datang 5 Perkara

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتِكَ قَبْل موتك

Dalam hadits ini  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada kita nasihat untuk menggunakan waktu-waktu kita dengan baik. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “Gunakan 5 perkara sebelum datangnya 5.” Apa itu 5 perkara?

1. Masa muda sebelum masa tua 

Masa muda adalah merupakan masa kuat, masa produktif. Allah berikan kepada kita kekuatan. Sementara masa tua, semua sudah rapuh. Tulang rapuh, sakit-sakitan dan yang lainnya. Maka sebelum kita memasuki masa tua, gunakan masa muda untuk banyak beribadah kepada Allah, bekerja, berusaha mencari nafkah yang halal.

2. Masa Sehat sebelum sakit

Manfaatkan masa sehat kita dengan sebaik-baiknya untuk bekerja dengan niat beribadah  kepada Allah SWT.  gunakan sebaik-baiknya untuk berbuat kebaikan dan  beramal shalih. Jangan sampai kita menyesal karena tidak memanfaatkan masa sehat kita dengan sebaik-baiknya.

“Masa sehatmu sebelum masa sakitmu.” Karena dimasa sakit kita lemah, kita tidak punya kemampuan seperti halnya kita sehat. Maka ketika kita sehat, gunakan mata kita yang sehat untuk melihat ayat-ayat Allah, membaca perkara yang bermanfaat, telinga kita gunakan untuk mendengar nasihat-nasihat Rasul, nasihat-nasihat para ulama, duduk di mejelis ta’lim untuk mendengarkan ilmu. Demikian pula kaki dan tangan kita ketika sehat. Kita gunakan tangan kita untuk kebaikan, kaki kita untuk kebaikan, berjalan menuju tempat-tempat kebaikan.

3. Kaya sebelum miskin

Mari bersama kita syukuri apa yang diberikan oleh Allah kepada kita dengan banyak-banyak bersedekah. Tunaikan zakat yg merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam. Syukuri harta milik kita dengan cara berinfaq, bersedekah, membantu orang-orang yang susah. Maka dengan cara itu insyaAllah Allah berkahi harta kita.

Kekayaan itu bukan hanya berarti melimpahnya sejumlah  harta yang kita miliki, tapi kekayaan yg sesungguhnya adalah kekayaan dan keluasan hati kita untuk saling berbagi dengan sesama.

4. Masa luang sebelum masa sibukmu

Kesibukan kita dengan berbagai aktivitas keduniaan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk meluangkan waktu beribadah kepada Allah SWT, meskipun aktivitas keduniaan itu bisa menjadi ibadah jika dilakukan dengan niat ikhlas Lillaahi ta'ala. Pada saat ada waktu luang maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk beribadah langsung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Gunakan waktu untuk belajar, mencari ilmu yang berkah  untuk kita amalkan dan ajarkan kepada sesama.

5. Hidup sebelum mati

Manfaatkanlah masa hidup kita untuk membangun Hablun minallaah wa Hablun minanaas. Perbaiki hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama nanusia. Kalau kita sudah meninggal dunia kita tidak lagi bisa beramal. Kalau sudah meninggal dunia maka kita tinggal menanti balasan dari apa yg kita perbuat selama hidup di dunia ini.


Daerah LAINNYA