News kemenag

Jadi Pemateri Seminar 4 Pilar Kebangsaan Dalam Perayaan Pentakosta (PGPI) Sulsel 2022, Begini Penjelasan H.M Rusydi Hasyim.

Kegiatan seminar 4 pilar Kebangsaan dalam perayaan Pentakosta (PGPI) Sulsel 2022

Palopo, (Humas Kemenag) – Dalam rangka perayaan hari Pentakosta (PGPI) Sulawesi selatan tahun 2022 yang berlangsung di gedung Ratona Pemkot Palopo Senin 23/05/2022 Pukul 10:30 WITA dirangkaikan dengan kegiatan seminar 4 Pilar Kebangsaan , Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo H.M. Rusydi Hasyim tampil membawakan materi “Perkuat Moderasi Beragama Dalam 4 Pilar Kebangsaan”.

Kegiatan dibuka langsung oleh Walikota Palopo H.M. Judas Amir yang di dampingi ketua DPD Partai Hanura Sulawesi selatan Kolonel TNI (Purn) Amsal Sampetondok, Wakil ketua PGPI Prov Sulsel Pdt. Daniel S. Kusbin, Kasdim 1403 Palopo Mayor Kav. Suparman,  Wakapolres Palopo Kompol Sanodding beserta para peserta utusan PGPI se Sulawesi selatan.

Walikota Palopo dalam sambutannya menjelaskan bahwa melalui proklamasi kemerdekaan yang diproklamirkan Ir. Sukarno mewakili rakyat Indonesia maka bersama itu Indonesia ini lahir yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Dalam menjabarkan hal tersebut, agar kita selalu ingat akan peristiwa itu maka dalam berbagai kegiatan/pertemuan selalu didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya  untuk memberi kita ingatan akan esensi negara Indonesia.

H.M.Judas Amir menyimpulkan bahwa berbagai peraturan yang ada dalam negara kita ternyata sejalan dengan ajaran pada seluruh agama yang di anut di negara kita, oleh karena itu Walikota Palopo mengajak kepada seluru peserta Seminar 4 Pilar Kebangsaan Dalam Perayaan Hari Pentakosta (PGPI) Sulawesi Selatan tahun 2022 agar selalu mengingatkan diri kita bahwa ada kewajiban untuk menjaga bangsa ini dengan memperbaiki  cara beragama sesuai dengan ajaran agama masing-masing serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang telah di atur di negara kita.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo H.M.Rusydi Hasyim dalam sesi materinya yang mengangkat Moderasi Beragama dalam kehidupan bernegara dengan tema “Perkuat Moderasi Beragama Dalam 4 Pilar Kebangsaan” Kakan Kemenag menjelaskan ketika berbicara mengenai Moderasi Beragama hal tersebut sangat erat kaitannya terhadap kerukunan umat beragama, “lantas apa yang mau di Moderasi?” Sebut Kakan Kemenag.

Yang mau di Moderasi adalah cara pandang kita atau paradigma berfikir kita dalam beragama, dikarenakan masih banyaknya orang berpikir radikal dan ekstrim yang datangnya bukan hanya dari kalangan umat Muslim, Nasrani ataupun datang dari agama dan kepercayaan lainnya sehingga dapat memecah belah persatuan dan mencederai kerukunan hidup antara umat beragama.

Menurut Kakan Kemenag hampir seluruh aspek dalam kehidupan yang sifatnya kemanusiaan perlu dimoderasi yang dalam implementasi nya dapat menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menjustifikasi bahwa dirinyalah dan golongannya yang paling benar serta menganggap yang lain itu salah, pemikiran tersebut tidak boleh ada lagi di negara kita dengan pemahaman Moderasi Beragama kita berharap kerukunan hidup beragama dapat tercapai dalam kerangka NKRI.

Setiap penganut agama pastilah menganggap bahwa agamanya itu benar hal tersebut wajar dan tidak ada masalah, yang menjadi masalah ketika kita mempermasalahkan perbedaan yang ada menganggap kita yang benar lantas menganggap yang lain itu salah, “ Lakum dinukum Walyadin, bagimu agamamu bagiku agamaku” ujar Kakan Kemenag.

H.M. Rusydi Hasyim menjelaskan dalam perspektif Islam bahwa sudah jelas agama Islam pun tegas mengatakan tidak perlu mempersoalkan perbedaan antara agama satu dengan yang lain, oleh karena itu dengan memahami dan mengimplementasikan Moderasi Beragama dalam kehidupan beragama mampu menciptakan kerukunan hidup bagi seluruh umat beragama yang beraneka suku,ras dan agama.

Kakan Kemenag juga menyampaikan untuk mencapai kerukunan antar umat beragama melalui pemahaman Moderasi Beragama semua akan bermuara pada dua instrumen penting yakni bagaimana hubungan kita kepada Tuhan YME dan bagaimana hubungan kita kepada sesama manusia, “Hablumminallah wa hablumminannas” sebut Kakan Kemenag.

H.M. Rusydi Hasyim berharap melalu kegiatan Seminar 4 Pilar Kebangsaan Dalam Perayaan Hari Pentakosta (PGPI) Sulsel 2022, dalam materinya “ Perkuat Moderasi Beragama Dalam 4 Pilar Kebangsaan”. Dengan memahami Mederasi Beragama kita dapat memperbaiki kualitas kedua instrumen tersebut maka secara otomatis antara Umat beragama dalam aktivitas sehari-hari tak ada lagi saling hujat, saling salah menyalahkan dan saling curiga dengan tujuan terciptanya kerukunan hidup antara umat beragama.

Kakan Kemenag mengilustrasikan beragama itu ibarat kita akan mendaki gunung, agama Islam naik dari barat, Nasrani dari timur, Hindu dari selatan dan agama lainnya dari arah yang berbeda, ditengah perjalanan tentu saja ada halangan dan rintangan, ada yang terjerumus, ada yang tersesat, ada yang menemukan bahaya dan lain sebagainya, agama Islam mendaki dengan syariat agamanya, Nasrani mendaki dengan aturan agamanya begitupula dengan agama lainnya, kesemuanya berbeda cara dalam mendaki gunung namun tujuan dari seluruh agama adalah satu yakni ingin mencapai kepada Tuhan YME.(rdp)


Daerah LAINNYA