slot demo mirip asli Kasi Penmad Kemenag Parepare: Keluarga Sangat Berperan Dalam Penanggulangan HIV/AIDS

Kasi Penmad Kemenag Parepare: Keluarga Sangat Berperan Dalam Penanggulangan HIV/AIDS

Illustrasi Foto (Kemenag RI Provinsi Sulawesi Selatan)

Parepare, (Inmas Parepare) - Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Muhammad Idris Usman mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi dan koordinasi penanggulangan HIV/AIDS tahun 2019, Jumat 27 September 2019 di Hotel 88 Parepare yang dilaksanakan oleh Bagian Kesra Setdako Parepare.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang peserta perwakilan dari beberapa organisasi seperti Forum Kajian Cinta Al-Qur’an (FKCA) Kota Parepare dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Parepare termasuk perwakilan Darma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Parepare dan Persatuan Wanita Islam Kota Parepare.

Adapun judul yang dibawakan ialah peranan keluarga terhadap penanggulangan HIV/AIDS menurut Islam. Narasumber menyajikan materinya dengan lugas yang sesekali diselipkan ungkapan humor yang membawa para peserta tertawa.

Pada awal materinya, dia menyampaikan tentang profil Nabi Muhammad saw. yang sangat peduli dan perhatian terhadap anak-anak. Nabi sering bermain dan bercanda dengan anak-anak khususnya kedua cucunya Hasan dan Husain serta memeluk dan mencium kedua cucunya tersebut sebagai bentuk kasih sayang beliau yang teramat dalam kepada anak-anak. Beliau juga tidak segan-segan menggendong anak para sahabat dan mencium mereka. Hal ini perlu dicontoh oleh orangtua agar anak-anak merasa diperhatikan dan dilindungi.

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa peranan keluarga sangat penting dalam kehidupan rumah tangga termasuk dalam penanggulangan HIV/AIDS. Keluarga adalah permata yang sangat berharga bagi hidup manusia, dalam keluarga kasih sayang, cinta, kebersamaan, dapat diperoleh di dalam keluarga. Tidak bisa dibayangkan jika hidup tanpa keluarga.

Demikian pula diperlukan sebuah ketahanan keluarga, yaitu konsep dalam menjaga kehidupan rumah tangga Islami dari virus kejahiliyahan dan westernisasi yang mengancam terhadap eksisitensinya dalam menjalankan amal-amal Islami.

Dia mengungkapkan bahwa ibu memiliki peranan penting dalam mendidik anak-anaknya sebagaimana yang diungkapkan oleh pakar pendidikan bahwa “al-um al-madrasatul ula dan al-mudarrisatul ula” (ibu adalah sekolah dan pendidik pertama bagi anak-anaknya). Kata umm (ibu) bermakna bahwa manusia merasakan bahwa sejak kecil sampai dewasa, ibu adalah tempat kembali bila anak mendapat masalah atau kegembiraan. Ibu pula yang memegang peranan penting dalam membina pribadi anak, walaupun sebetulnya anak lahir dengan potensi untuk menjadi baik (fitrah). Ali bin Abi Thalib, mengatakan, “Bila anak kurang terpenuhi kebutuhan fisiknya tanyakan kepada bapaknya dan bila anak kurang adabnya tanyakan kepada ibunya.”

Jadi, Islam mengajarkan agar orangtua menjadi contoh dan teladan terbaik bagi anak-anaknya. Orangtua juga wajib menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sehingga menjadi pribadi bertakwa.

Diakhir pemaparannya, dia juga menyampaikan agar masyarakat tidak perlu takut bergaul dengan orang-orang yang sudah terjangkit HIV/AIDS. Mereka perlu dituntun agar kehidupannya bisa lebih baik.

Ada beberapa sikap yang perlu ditunjukkan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), yaitu:

1.Memberikan tuntutan rohani (bertobat) agar mereka yakin bahwa tobatnya diterima.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. (Q.S. az-Zumar: 53).

2.Menghindari sikap stigma dan diskriminasi. Stigma dan diskriminasi kepada ODHA tidak akan menyelesaikan permasalahan. Bahkan akan menimbulkan efek psikologi yang berat tentang bagaimana ODHA melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan keputusasaan.

3.Mendampingi dan memberi dukungan kepada ODHA yang menjelang ajal, agar selalu berzikir, berdoa dan tetap istiqamah dalam keimanannya hingga akhir hayatnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Q.S. Ali Imran: 102). (miu/win)


Daerah LAINNYA