Kasubdit Kursis Kemenag RI Tinjau Persiapan Madrasah Layanan SKS

Kunjungi Arifah Gowa, Kasubdit Kursis Kemenag RI Tinjau Persiapan Madrasah Layanan SKS

didampingi oleh Ketua Pokjawas Madrasah Nasional Drs. Zurni, Sekjen Pokjawasmad Nasional Syamsuddin Rasyid, Ketua Pokjawasmad Prov. Sulbar Afdhal Syarif, dan Ketua Pokjawasmad Provinsi Kalimantan Timur Dr. Suwito.

Pallangga (Humas Gowa). Kunjungan Verifikasi faktual Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Kesiswaan (Kasubdit Kursis) Direktorat KSKK Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr. H. Suwardi, untuk melihat kesiapan Madrasah Arifah dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Layanan SKS, Selasa, (12/7/2022).

Diterima langsung oleh Direktur Madrasah Arifah Dr. H. Nurdin bersama Kepala Madrasah Tsanawiyah Hj. Satiah,  Wakamad dan beberapa guru.

Dalam kunjungan tersebut Kasubdit Kursis didampingi oleh Ketua Pokjawas Madrasah Nasional Drs. Zurni, Sekjen Pokjawasmad Nasional Syamsuddin Rasyid, Ketua Pokjawasmad Prov. Sulbar Afdhal Syarif, dan Ketua Pokjawasmad Provinsi Kalimantan Timur Dr. Suwito.

Kasubdit Kursis dalam arahannya menyatakan bahwa pengusulan Madrasah Arifah sebagai madrasah layanan SKS merupakan yang pertama di Provinsi Sulsel. "Usulan tersebut sudah ditindaklanjuti di Kemenag RI, tinggal menunggu SK Dirjen Pendis untuk penetapannya," ungkap Suwardi.

Suwardi uga menyatakan bahwa Madrasah Arifah sudah bisa melakukan implementasi di tahun ajaran baru 2022/2023 untuk kelas 7 di tingkatan Madrasah Tsanawiyah dan kelas 10 di Madrasah Aliyah.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan layanan SKS di beberapa madrasah di pulau Jawa sangat berhasil dan sukses dilihat dari indikator tingginya persentasi lulusan Madrasah SKS yang diterima di perguruan tinggi favorit baik dalam maupun luar negeri. Hal tersebut berdampak positif terhadap respon masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada madrasah layanan SKS.

Lebih lanjut Suwardi menjelaskan bahwa dengan layanan SKS, anak akan mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuan atau kecepatan belajar masing masing siswa. "Bagi siswa yg memiliki kemampuan sangat bagus, dimungkinkan siswa tersebut bisa menyelesaikan studi lebih cepat dari temannya. Masa studi layanan SKS bagi anak yg punya kemampuan sangat bagus paling cepat 2 tahun, sedangkan masa studi anak yg nolmal 3 tahun," pungkas Suwardi.

Sementara itu, Ketua Pokjawasmad Nasional juga sangat merespon pemberlakuan layanan SKS bukan hanya  di wilayah Jawa tapi juga diluar pulau Jawa, bukan hanya di Madrasah Negeri tetapi juga di madrasah yang dikelola oleh masyarakat selama madrasah tersebut memenuhi persyaratan sesuai regulasi SK Dirjen.

Zurni juga meminta kepada seluruh pengawas yang ada untuk proaktif membantu mendampingi kepala madrasah dalam memaksimalkan potensi madrasah yang dimiliki termasuk memberikan layanan kepada peserta didik sehingga potensi bakat dan minat para peserta didik dapat teraktualisasikan.

Mengakhiri pertemuan, direktur Madrasah Arifah meminta kepada Kasubdit dan rombongan untuk terus memberikan bimbingannya terhadap pengembangan madrasah Arifah sehingga bisa menjadi madrasah percontohan baik di Sulsel maupun secara nasional dan internasional. Nurdin menyampaikan bahwa layanan yang telah disiapkan Madrasah Arifah adalah program Tahfiz, pengembangan bahasa asing, dan madrasah berbasis riset dan digital. (SR/OH)


Daerah LAINNYA