slot demo mirip asli Satu Pendidik Purnatugas, Suasana Haru Liputi MIN 3 Sinjai
Purna Tugas

Satu Pendidik Purnatugas, Suasana Haru Liputi MIN 3 Sinjai

St. Haliah guru mapel di MIN 3 Sinjai saat berpamitan dengan peserta didik, Senin (30/5/2022). (Foto: Kontributor Humas Kemenag Sinjai)

Sinjai Borong (Humas Sinjai) – Suasana berbeda terlihat setelah upacara bendera pagi ini, Senin (30/5/2022) di lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sinjai. Setelah pemimpin upacara membubarkan barisannya, peserta didik tidak segera meninggalkan tempat upacara, melainkan berbaris antri untuk menyalami para pendidik dan tenaga kependidikan, terkhusus salah seorang pendidik mata pelajaran (mapel) Aqidah Akhlak yang telah purnatugas.

Sebuah keniscayaan, bahwa ada pertemuan tentu pasti ada perpisahan. Demikian yang terjadi pada pagi ini. Salah satu pendidik yang dituakan di madrasah, St. Haliah guru mapel di MIN 3 Sinjai telah purna tugas dalam mengemban kewajibannya, dan pagi ini merupakan hari terakhirnya bertindak sebagai pembina upacara. Setelah mengabdi menjadi pendidik selama beberapa puluh tahun lamanya. Hal tersebutlah yang membuat suasana haru meliputi warga MIN 3 Sinjai.

Dalam sambutan kata pamitnya, Haliah menyampaikan permohonan maaf bilamana selama bertugas telah melakukan perbuatan yang khilaf. Begitu juga kepada para peserta didiknya, “Ibu minta maaf nak kalau selalu marah, maafkan ibu dii”, ucapnya pada peserta didik yang satu persatu menyalaminya.

St. Haliah juga berpesan kepada peserta didik untuk selalu menghormati guru. “Hormatilah guruta, tanpa terkecuali. Karena merekalah yang akan membantu sekarang dan kelak,” pesannya. Tampak para peserta didik terlihat takzim menyimak pesan gurunya. Tidak hanya itu, bahkan para pendidik dan tenaga kependidikan yang juga mengikuti momentum perpisahan tersebut melinangkan air mata. Momen ini tentunya tidak bisa dihindari karena MIN 3 Sinjai merasa kehilangan salah satu sosok pendidik senior yang berjiwa lembut.

Purna tugas merupakan suatu hal yang tidak akan dapat dihindari. Sebagai sebuah keniscayaan, maka hal tersebut pasti akan dihadapi oleh siapa saja. Haliah menyampaikan, jangan pernah berhenti belajar karena hal tersebut adalah kewajiban kita, katanya. (A.Q)


Daerah LAINNYA