Kegiatan KUA Somba Opu

Sehari, PAIF KUA Somba Opu Lakukan Penyuluhan Estafet di 4 Lokasi

PAIF saat berada di Manuju

Sungguminasa (Humas Gowa). Kegiatan Penyuluhan pada kelompok sasaran binaan merupakan tugas pokok bagi penyuluh. Dalam aturan pembinaan kelompok sasaran diharapkan setiap penyuluh memiliki minimal 5 sasaran binaan dengan alokasi perhitungan setiap hari penyuluh melakukan tatap muka selama 5 hari kerja.

Akan tetapi kondisi ideal tersebut tidak selamanya dapat terpenuhi, karena setiap kelompok sasaran akan memilih hari pertemuan penyuluhan sesuai dengan kondisi peserta dengan segala kesibukan sehari-hari juga sangat terkait dengan lingkungan tempat kelompok sasaran yang dibentuk dan dibina oleh penyuluh.
Oleh karena itu, 5 kelompok sasaran sering dihadapi sekaligus dalam sehari. Sebagaimana yang dialami oleh penyuluh KUA Kec. Somba Opu Dr. Hj. Masniati yang harus menghadapi 4 kelompok dalam sehari.

Pada Sabtu (17/12/2022) lalu, ia melakukan pembinaan pada Majelis Taklim Haji Jamaluddin Muhammad Hertasning dilaksanakan setelah selesai shalat subuh jam 05.30-07.30 kemudian dilanjutkan penyuluhan pada kelompok generasi muda siswa MTs Tehnologi Al-Ittihad kecamatan Manuju pada 09.30 - 11.30.

Penyuluhan kemudian selanjutnya bergeser kembali ke kecamatan Somba Opu pada kelompok Tadabbur Al-Quran TASURI MENGAJI pada 14.00 -15.30 dan setelah selesai shalat Ashar dilanjutkan pada Majelis Taklim Nurul Mujaddid kelurahan Tombolo Kec. Somba Opu.

"Hal ini kerap kali terjadi pada pelaksanaan penyuluhan bagi penyuluh Agama Islam, semata mengutamakan bimbingan dan pelayanan kegiatan keagamaan bagi masyarakat Islam secara umum dan bagi kelompok sasaran pada khususnya," tutur ketua Pokjaluh Gowa itu di sela penjelasannya terkait pelaksanaaan penyuluhan Agama Islam.

Dalam kondisi padat tersebut tidak serta merta penyuluh menyampaikan materi penyuluhan yang sama, akan tetapi sangat terkait dengan silabus yang menjadi pilihan setiap majelis taklim, sehingga untuk materi yang sama hanya bisa terjadi bila majelis taklim tersebut memilih materi dan silabus yang sama.

Namun menurutnya, dalam kondisi penyuluhan yang padat tersebut dengan 4 kelompok sasaran dalam sehari dibutuhkan jeda 1 hari untuk istirahat bagi penyuluh, dan karena hari sabtu, maka sangat efektif untuk istirahat sehari esok harinya di hari ahad sebagai hari jeda sebelum hari senin.(niamas/OH)


Daerah LAINNYA