News kemenag

Sekertaris Badan Litbang Dan Diklat Kemenag RI Buka Pelatihan PTK – PDWK Yang Di Selenggarakan BDK Makassar.

Pengalungan tanda peserta oleh Sekertaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI H.Muharam Marzuki

Palopo, (Humas Kemenag) – Sekertaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Dr. H.Muharam Marzuki, M.A., Ph.D. membuka kegiatan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Di Wilayah Kerja (PDWK) yang di selenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Makassar (BDK) Rabu, 25/05/2022 di Aula Serbaguna MTsN Kota Palopo dengan menghadirkan 30 tenaga pendidik dan kependidikan pada Madrasah dalam lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Palopo.

Saat prosesi pembukaan Pelatihan, H.Muharam Marzuki didampingi Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar Juhra , M.AP, (Analis Pengelolah Keuangan APBN Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama)  Nani Sutiati, S.Pd,. M.M (Kepala kantor Kemenag Kota Palopo di wakili Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Bara Kota Palopo) Drs. Bahtiar Nawir (Ketua Panitia Pelatihan PTK – PDWK Balai Diklat Keagamaan Makassar) Fitria, M.AP. (Humas BDK Makassar) Suharti, S.Sos.,M.Si

Mengawali pelatihan, dalam sambutannya Bahtiar Nawir menyampaikan ucapan terima kasih atas nama kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo Dr. H.M.Rusydi Hasyim, M.Ag kepada Balai Diklat Keagamaan Makassar yang berkenan menyelenggarakan pelatihan PTK pada lingkup Kantor Kemenag Kota Palopo.

Bahtiar katakan kagiatan ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi ASN Kemenag kota Palopo, pelatihan kali ini merupakan pertemuan yang langka dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekertaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI bersama Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar.

Melalui Bahtiar Nawir,  Kakan Kemenag Kota Palopo  menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran dirinya dalam kegiatan PTK - PDWK dikarenakan sesuatu hal yang sama pentingnya yang harus di hadiri di Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, dan juga permohan maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan ada sesuatu yang kurang berkenan.

H.Muharam Marzuki dalam sesi sambutannya mengatakan bahw diklat ini merupakan hak kita sebagai ASN untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan wawasan sesuai dengan peraturan Menteri Agama no.9 thn 2011 dimana setiap individu aparat sipil negara untuk mendapatkan peningkatan dalam rangka memperkuat keilmuan dan wawasan untuk memperkuat layanan di bidangnya masing-masing.

Menurutnya guru itu sangatlah membutuhkan peningkatan kapasitas keilmuan, pengalaman dan wawasan agar dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik memiliki kapasitas keilmuan yang tepat sasaran yang pada akhirnya dapat memberikan layanan yg terbaik bagi muridnya.

H.Muharam Marzuki ingatkan bahwa Inti pendidikan itu  ada pada dua komponen besar yaitu adanya guru dan murid, dalam hal ini murid mengambil sesuatu yang bisa memberikan manfaat dari guru berupa ilmu pengetahuan dan guru mentransformasikan ilmunya pada murid.

Jangan sampai transformasi ilmu pengetahuan itu terhambat disebabkan guru tidak siap saat memberikan materi oleh karena itu guru perlu mendapatkan penguatan,  harus kaya dengan metodologi hal ini merupakan bagian dari “Tindakan Kelas” tidak hanya ilmu tapi metodologi juga perlu di perkaya oleh para guru sehingga mampu menguasai kompetensinya masing-masing.

Jangan sampai bapak dan Ibu guru mengajar cuma capek yang di dapati” ujar Muharam

kondisi demikian dapat menimbulkan problem tersendiri bagi para guru upaya dan kerja keras yang dilakukan tidak membuahkan hasil yang memuaskan tidak mengantarnya pada sasaran yang menjadi tujuannya.

H.Muharam Marzuki  juga menekankan bahwa ada dua hal yang perlu kita tancapkan pada diri kita masing-masing di manapun kita bekerja, pertama saat bekerja kita wajab meniatkan bahwa pekerjaan itu tidak lepas dari  perbuatan kebaikan yang harus diarahkan bahwa yang kita lakukan itu untuk mengabdi kepada Tuhan YME, artinya dalam bekerja perlu ada keikhlasan sehingga apa yang kita kerjakan dapat mempunyai nilai ibadah.

yang kedua bekerja niatkan untuk keluarga jangan sampai hasil yang kita peroleh sia-sia tidak dapat di nikmati keluarga oleh karena ketidak mampuan kita dalam memanage kebutuhan yang akhirnya bekerja hanya mendapatkan capek semata sehingga tidak mempunyai nilai.

Jika kedua aspek tersebut tidak diterapkan maka apa yang kita perjuangkan akan sia-sia  “ uang habis tidak ada apa-apa nya , apalagi dimata tuhan” pungkas H.Muharam Marzuki

H.Muharam Marzuki juga menambahkan bahwa kita bekerja ada kaitan dengan institusi dimana kita bekerja. Dalam dunia pendidikan pekerjaan kita berkaitan dengan murid sebagai publik akuntability, guru tidak hanya asal mengajar namun guru harus mampu membuat muridnya menjadi pintar, disiplin ,punya rasa hormat baik kesesama murid, guru dan orang tua karena itulah fungsi seorang guru.

Sekertaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengharapkan melalui pelatihan PTK  ini para tenaga pendidik dan kependidikan semakin memiliki Knowledge serta pengetahuan substansial yang kuat, sebab transformasi ilmu tidak hanya secara kognitif semata namun juga secara afaktif yang mampu memberikan dampak kepada siswa sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik, dapat mempraktekkan ilmunya dalam kehidupannya dengan baik serta dapat merubah sifat siswa dengan baik.(rd.p)


Daerah LAINNYA