Buka Pendampingan Penyusunan BMN dan Laporan Keuangan, Kakanwil Kemenag Ingatkan Penggunaan Anggaran Mengacu Pada Program Prioritas

Illustrasi Foto (Kemenag RI Provinsi Sulawesi Selatan)

Makassar (Humas Kanwil) Sebanyak 222 operator SIMAK dan SAIBA, penyusun laporan keuangan tingkat MAN, MTS, Perguruan Tinggi Islam, Universitas, dan Balai Kementerian Agama seprovinsi Sulawesi Selatan hadir di Hotel Novotel Makassar dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan  Barang Milik Negara dan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Khaeroni didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel H. Faturrahman membuka kegiatan tersebut yang dilaksanakan selama tiga hari, Selasa (12/01/2022)

Subkoordinator Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Kanwil Kemenag Sulsel M. Asta, S.Ag dalam laporannya mengungkapkan bahwa  tujuan kegiatan ini untuk menjaga kualitas dan opini laporan keuangan yang sebelumnya meraih peringkat WTP dari BPK. Selain itu juga untuk tersusunnya laporan keuangan dan BMN dari tingkat satker sampai tingkat wilayah sesuai dengan kaidah standar akuntansi pemerintah serta tersampaikannya laporan tingkat instansi secara tepat waktu

Khaeroni merasa sangat bahagia karena Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan Laporan Serapan, Anggarannya tertinggi di Indonesia. “Ini tidak lepas dari kerja keras para operator baik Simak maupun Saiba. Ini sangat membahagiakan dari kami semua.” Ungkapnya

Tetapi juga mengingatkan para operator untuk siap-siap diaudit. “Saya ingatkan juga sekalian kalau kita akan diaudit dari Inspektorat Kementerian Agama di akhir bulan ini yang sebenarnya Senin depan tetapi ditunda” lugasnya.

Dalam sambutannya Kakanwil juga mengharapkan seluruh operator dalam bekerja benar-benar memperhatikan nilai-nilai dan inspirasi dari Allah diantaranya jangan menghambur-hamburkan anggaran pada program yang memang tidak prioritas.

“Di Kemenag ada tujuh program prioritas kita. Digitalisasi layanan publik, Moderasi Beragama, Revitalisasi KUA, Indeks Kerukunan Umat Beragama, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren dan Tahun Toleransi 2022. Saya harapkan kita semua mengacuh pada semua program tersebut”  tegasnya.

Saat ini, tambahnya, system anggaran betul-betul transparan jadi kalau meleset sedikit akan menyebar kemana-mana karena proses digitalisasi. Jejak digital tidak bisa dibohongi. Apa yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dengan membuat aplikasi Simak dan Saiba yang merupakan sebuah program terobosan yang luar biasa. Dengan ini, kita kembali ke jalur yang benar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Diakhir sambutannya, Kakanwil kembali mengingatkan tahun 2022 merupakan tahun toleransi dan provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu prototype tahun toleransi sehingga minta semua pihak mencanangkan tahun toleransi termasuk dalam proses pengadaan di tahun ini. (Riz)



Wilayah LAINNYA