Dirut BPR Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan Di Pesantren Karajaang

Asrijal Akib Serahkan Bantuan BPR Ke Pihak Pesantren Karajaang

Karajaang (Humas Selayar) Asrijal, Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Kepulauan Selayar, Asrijal Akib bersama rombongan sambangi Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim Karajaang. Rombongan Bank Perkreditan Rakyat yang tiba di pagi hari, Jumat (30 September 2022) disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Khaerunnas bersama dengan para santrinya.  

Kedatangan Asrijal Akib bersama dengan rombongan, selain bermaksud memberikan bantuan dalam bentuk dana tunai, juga untuk melihat secara langsung usaha mandiri pertanian pondok pesantren secara khusus dan juga usaha-usaha lainnya yang sementara berkembang; peternakan dan koperasi.

Sebagai informasi, Usaha Pertanian Pondok Pesantren dalam beberapa pekan terakhir ini, khususnya sayur-sayuran telah mulai merambah beberapa pasar tradisional dan perkantoran. Di antara pasar-pasar tradisional yang terkadang disinggahi oleh sayuran pondok pesantren adalah pasar Barugaia dan tempat pelelangan ikan (TPI) Kota Benteng.

Menurut Khaerunnas, Asrijal Akib menyerahkan dana tunai sebesar Rp. 1.000.000 yang terkumpul dari hasil donasi Staf Pengurus Bank Perkreditan Rakyat. Lebih dari itu, kepada Pimpinan Pesantren Asrijal Akib mengatakan bahwa beliau bersama dengan rombongan bermaksud melihat dari dekat perkembangan kebun sayuran Pesantren KH. Abdul Qadir Qasim.

Pimpinan Pesantren pada saat yang sama juga melaporkan terkait kendala yang selama ini dirasakan oleh seluruh penghuni kampus. Khaerunnas mengatakan,

”Syukur Alhamdulillah, walau berada dalam keterbatasan beberapa kendala dapat kita lalui. Di antara masalah besar yang terkadang kita alami di sini adalah keterbatasan air dan keterbatasan kapasitas listrik. Sumber air kita cukup jauh, sementara daya listrik tidak dapat menjalankannya karena volt yang tidak seimbang. Listrik kita masih berasal dari kampung yang jaraknya kisaran 600 meter dari pondok.”

Dalam penjelasannya, Pimpinan Pesantren yang juga adalah alumni Sulaemaniyah tersebut mengatakan bahwa pihak pesantren saat ini sementara mengusahakan agar nantinya air yang berada di sumur kudu yang berjarak ratusan meter dapat ditarik dari pesantren dengan menggunakan dinamo. (Myr)


Daerah LAINNYA