11 Oktober 2018
Kabar Gembira Bagi Penyuluh Kemenag Dari Rakor Kanwil Sulsel Di Hotel Lariz Medan, Sumut

Kabar Gembira Bagi Penyuluh Kemenag Dari Rakor Kanwil Sulsel Di Hotel Lariz Medan, Sumut

Medan, (Inmas Bantaeng) - Bertempat di Hotel Lariz Medan Sumatera Utara, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel menggelar Rapat Koordinasi bersama Kakanwil Kemenag Sulsel Bapak H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd.

Rakor yang digelar di sela kegiatan MTQ ke XXVII Tingkat Nasional di Medan Sumatera Utara, Ahad 7 Oktober 2018 ini menghasilkan sedikitnya 10 resume yang sangat penting yang mana diantaranya terdapat kabar yang menggembirakan bagi jajaran Penyuluh Agama lingkup Kemenag Kabupaten/Kota.


Kabar menggembirakan dari Rakor yang juga diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Bantaeng H. Muhammad Yunus tersebut adalah bahwa Tunjangan penyuluh tahun 2019 akan naik menjadi Rp. 1 juta/bulan, untuk itu diharap kepada semua tenaga honorer harus patuh terhadap peraturan pemerintah dengan merujuk pada UU ASN.

Adapun ke 10 resume hasil Rapat Koordinasi Kakan Kemenag se Sulsel yang dilaksanakan menjelang acara pembukaan MTQN Ke XXVII di Medan tersebut menurut rilis yang dikirim Kepala Kantor Kemenag Bantaeng langsung dari Medan via WhatsApp kepada Humas Kantor Kemenag Bantaeng selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Serapan anggaran seluruh satker disampaikan melalui WhatsApp (WA).
  2. Maksimalkan serapan anggaran terutama yang telah terbit juknisnya.
  3. Akan dilaksanakan Rakor Haji dengan Jadwal yang ditentukan kemudian.
  4. PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di Kabupaten/Kota agar diupayakan segera terbentuk.
  5. Hindari postingan di medsos yang ada kaitannya dengan politik praktis (pilpres dan pileg).
  6. Senantiasa menjalin kordinasi secara internal dan eksternal dengan baik,
  7. Tanggal 9 oktober 2018 tim BPK sudah mulai turun untuk melaksanakan audit BMN, diharapkan Agar SK pengguna BMN harus ada.
  8. Tunjangan penyuluh untuk tahun 2019 naik menjadi Rp. 1 juta/bulan, untuk itu diharap semua tenaga honorer harus patuh terhadap peraturan pemerintah dengan merujuk pada UU ASN.
  9. Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) dilaksanakan di daerah masing-masing.
  10. Kegiatan perayaan HAB di daerah dikembalikan pada kreatifitas daerah masing-masing. Gerak jalan kerukunan dan ramah tamah dipusatkan di Propinsi.


MTQN XXVII ini sendiri diikuti sebanyak 1.550 kafilah dari 34 provinsi, dimana kontingen kafilah provinsi Sulawesi Selatan didukung sebanyak 53 orang dan akan mengikuti 8 cabang dan 25 golongan lomba.

MTQN XXVII 2018 yang dibuka secara resmi Presiden Jokowi kali ini berlangsung meriah. Tak kurang puluhan ribu orag memadati kawasan Astaka hingga lokasi sekitar yang dimanfaatkan untuk menikmati jajanan kuliner serta berbagai sovenir.

Selain itu, event tersebut juga dihibur dengan penampilan group musik legendaris Bimbo dan beberapa penampilan menarik lainnya antara lain atraksi konfigurasi lafaz Allah, tarian kolosal menampikan 7 etnik Sumut serta ribuan remaja yang mengiringi lagu Bimbo. (mhd/arf)

Dibaca : 192 kali

0 Komentar