07 November 2018
Kemenag Sulsel Kirim 56 Peserta/Pendamping pada Kemah Rohis Nasional III di Belitung

Kemenag Sulsel Kirim 56 Peserta/Pendamping pada Kemah Rohis Nasional III di Belitung

Belitung, (Inmas Sulsel). Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mengirimkan sebanyak 56 utusan terdiri peserta 50 orang dan guru/pendamping 6 orang,  pada acara Perkemahan Rohani Islam (Rohis) Tingkat Nasional III, di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 6 hingga 10 November 2018.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Kabid PAIS) Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Muhammad Rasbi, SE, MM, didampingi Kasi SMA/SMK Bidang PAIS Kanwil Kemenag Sulsel, Drs. H. Ibrahim, M. Ag., menyampaikan hal itu di sela-sela acara pembukaan Perkemahan Rohis Tingkat Nasional III, di Bumi Perkemahan Juru Sebrang, Kabupaten Belitung, Selasa, 6 November 2018.

Menurut Muhammad Rasbi yang juga mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba ini, selain 56 peserta dan pendamping, pihaknya juga mengirimkan penggembira yang terdiri para pejabat dan staf di Kanwil Kemenag Sulsel.

‘’Penggembira sekaligus merangkap sebagai panitia dan penanggung jawab kegiatan,  dari Kanwil Kemenag Sulsel, sebanyak 26 orang, belum termasuk, pejabat kepala kantor Kemenag Kab/Kota dan Kasi PAIS Kemanag Kabupaten/Kota,  yang jumlahnya diperkirakan mencapai 40 orang,’’ tandas Kabid PAIS.

Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saefuddin saat membuka acara   menyampaikan terima kasih, penghargaan,  dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru,  para pendidik,  para pembimbing, dan sekaligus  para pembina Rohis,  yang telah begitu luar biasa,  memberikan yang terbaik,  yang ada pada dirinya,  untuk mendidik Rohis-rohis di SMA/SMK,  sehingga mereka lebih memiliki pengetahuan keislaman yang semakin mendalam,  semakin meluas dan tentu harapannya ke depan dengan wawsan yang luas,  maka akhlak dan  perilaku anak-anak didik kita, akan  semakin memberikan manfaat bagi lingkungannya masing-masing.

Dalam kesempatan pembukaan Kemah Rohis yang mengusung tema ‘’Membentuk Generasi Islam  Milenial yang Literat dan Moderat’’  Menag menyampaikan tiga hal,  kepada seluruh Rohis dan anggota yang hadir,  pertama,  adalah karena saudara-saudara,   anak-anak pengurus Rohis berada pada usia sekolah,  maka Menag pesankan  yang pertama dan utama adalah agar  senantiasa memperluas dan memperdalam wawasan,  pengetahuan,  tidak hanya di bidang keislaman,  tapi di semua aspek kehidupan.

‘’Wawasan itu harus kita perluas,  dan perdalam, agar kita tidak sempit pikiran, agar kita punya pandangan yang luas  dengan pandangan yang luas,  maka hati kita pun juga akan luas’’ tandas Menag pada pembukaan acara yang diwarnai dengan tarian kolosal oleh siswa-siswi SMA dan SMK di Kota Belitung.

Yang kedua, lanjut Menag, adalah meminta kepada pengurus dan anggota Rohis SMA/SMK untuk memahami Islam secara esensial,  bahwa Islam itu  memanusiakan manusia.   Islam hadir dalam rangka untuk menjaga dan memelihara derajat manusia.

‘’Jadi bila kita mempelajari Islam dengan berbagai  macam tafsir,  pandangan-pandangan terkait dengan ajaran Islam, maka  inti terhadap penafsiran itu harus dipelajari dan dihargai sejauh tafsiran  itu mengajak kita untuk menjaga,  dan  memelihara harkat  dan martabat kemanusiaan, karenanya dengan ajaran Islam dan esensi Islam,  mengajarkan untuk menebarkan  kedamaian di manapun dan kepada siapa pun.

Point ketiga, sambung Menag yang didampingi Istri, dan hadir para Kakanwil Kemenag se Indonesia,  dan para Kepala Dinas Provinsi dan Kepala Bidang PAIS/Pakis/Pendis, serta sejumlah Kepala Kemenag Kab/Kota, mengingatkan tentang  ungkapan yang sering diucapkan atau kita dengar ‘’khaerunnas anfau linnas’’,  sebaik-baik kita/manusia,  adalah yang paling banyak bermanfaat, atau yang memberi manfaat terhadap sesamanya manusia.

‘’Mari kita tebarkan pada lingkungan masing-masing kebaikan, sehingga  keberadaan kita bisa dirasakan manfaatnya terhadap manusia,’’ ucap Menag.

Dikatakan,  dengan  memiliki wawasan yang luas, dan  juga ketrampilan yang dapat mengantarkan kedamaian,  maka Menag berpesan kepada pengurus dan anggota Rohis,  untuk bisa menjadi orang yang dapat menjunjung tinggi kemaslahatan atas semuanya.

‘’Saya akan menyampaikan ini karena anak-anakku sekalian,  20 tahun  atau 25 tahun yang akan  datang,  kalian akan menjadi pemimpin di negara ini. Oleh karenanya,  saya pesan  dua hal agar menjadi penyebar maslahat dengan pertama,  senantiasa menjaga  integritas manusia untuk dihargai,  dan dihormati keberadaannya.’’ katanya.

Menurut Menag,  hanya dengan  integritas kita sebagai makhluk hidup menjadikan kita mulia dibanding makhluk lainnya, karena memiliki integritas, memiliki hati sehingga dia tidak hanya mampu menjaga sisi kemanusiaannya,  tapi juga mampu membentuk atau membuat lingkungannya, dalam menjaga integritas kemanusiaannya. 

Kedua,  memiliki kempetensi,  di era globalisasi seperti sekarang ini,  semakin besar persaingan, maka hanya orang-orang yang memiliki kemampuan dan keahlian tertentu,  yang bisa eksis mengungguli di antara masyarakat kebanyakan. Karena mereka memiliki selain integritas,  juga kompetensi dan  keahlian dalam rangka menjadi penyebar maslahat,  maka kuasai satu bidang tertentu,  sehingga anda bisa berkompetensi di bidang itu dan  akan lebih unggul di antara kebanyakan masyarakat secara luas.

Gubernur Bangka Belitung dalam sambutannya berharap perkembangan lingkungan,  dan ilmu pengetahuan yang berlangsung di sekitar kita,  diharapkan dengan eksistensi pengurus dan anggota Rohis,  dapat teguh dalam menjaga NKRI dan merawat kebhinnekaan.

Gubernur beharap, pemerintah atau Kementerian Agama bisa memberikan perhatian kepada siswa, guru, dosen mulai dari jenjang PAUD hingga ke perguruan tinggi,  untuk terus meneguhkan komitmen menjaga negara kita,   dengan baik untuk mewujudkan kedamaian dan ketenteraman.

‘’Kita berharap Rohis ini dapat  menjadi generasi yang berakhlak  dan mencintai bangsa dan negerinya,’’ papar gubernur.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA., menegaskan kegiatan perkemahan Rohani Islam (Rohis) yang diselenggarakan Kementerian Agama,  salah satu tujuannya adalah mendidik para siswa/siswi, pengurus/anggota Rohis SMA/SMK untuk beretika dalam menggunakan media sosial (medsos).

‘’Ada beberapa perbedaan kegiatan Rohis kali ini,  dengan dua kegiatan Rohis sebelumnya, kalau dulu  peserta dilarang bawa gadget (hp),  sekarang wajib membawa handphon (gadget), dengan harapan bagaimana  seyogyanya mereka bersikap, berinteraksi  dalam mendapatkan informasi, menyikapi informasi yang ada,  melalui media sosial dengan prinsip dan etika yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Ditandaskan Kamaruddin, saat ini informasi begitu pesat, sehingga menuntut kepada kita dan siapa saja,  termasuk anak-anak kita untuk menggunakan medsos secara bijaksana, tentu dengan pembelajaran seperti ini akan dengan mudah melatih mereka,  untuk bisa memilah dan memilih mana informasi yang bisa diakses,  dan mana informasi yang tidak perlu diakses’’ jelas Dirjen disambut tepuk tangan peserta dan hadirin,  pada acara yang juga dihadiri Gubernur Kepulauan Babel dan Bupati Belitung.

Saat ini, katanya,  upaya menyaring informasi itu sangat perlu,  dengan lebih baik dan memilah-milah mana informasi yang baik,  dan mana yang tidak perlu menjadi tuntutan generasi muda, di mana  saat ini  adalah generasi  gadget dan menginformasikan hal-hal yang  positif di media sosial, yang tentunya dapat membantu tugas-tugas siswa selaku anggota Rohis.

Selain itu,  tujuan lain dilaksanakannya perkemahan Rohis,  lanjut Dirjen,  adalah sebagai upaya memantapkan pembinaan karakter siswa, melalui kegiatan yang positif dan bernuansa agama,  dalam rangka mencerminkan  pribadi-pribadi yang solid,  di masing-masing sekolah. Mereka  punya komitmen sebagai bentuk responsif,  dalam membina pribadi yang berakhlak.

‘’Dalam pengelolaan Rohis dapat memperteguh komitmen dalam berbagai fenomena,  sehingga pengurus Rohis dapat menolak radikalisme,  dan memperteguh komitmen aksi dalam  menolak radikalisme,  sebagai salah satu komitmen dalam kegiatan-kegiatan Rohis,’’ ucap Dirjen.

Perkemahan Rohis Tingkat Nasional III kali ini,  diikuti sebanyak  988 siswa yang berasal dari  621 SMA dan SMK,  298 Kabupaten/Kota,  34 Provinsi dan 125 pendamping  diselenggarakan  mulai 5 hingga 10 November 2018. (dir)

 

Dibaca : 121 kali

0 Komentar