Makassar, HUMAS SULSEL - Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan menggelar bimbingan teknis Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Golden Tulip Hotel Makassar dengan menghadirkan narasumber dari UIN Salatiga Jawa Tengah, Diyah Rochati, SE, MH, didampingi Kusmono Yudho. Jumat 19 Februari 2021.

Bimtek ini diikuti 119 peserta yang merupakan perwakilan dari 6 satker dalam lingkup Kanwil Kemenag Sulsel, yaitu Kantor Kemenag Makassar 10 orang, Kemenag Takalar 10 orang, MAN 2 Model Makassar 10 orang, MAN Insan Cendikia Gowa 6 orang, MTsN 1 Makassar 10 orang serta 49 orang yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) pembangunan zona integritas Kanwil Kemenag Sulsel.

Adapun tujuan pelaksanaan bimtek ini menurut H.Hasbullah Muntu dalam laporannya selaku ketua panitia pelaksana adalah untuk mendapatkan bimbingan teknis mengenai pemahaman strategis pembangunan zona integritas pada satker Kemenag dan untuk mendapatkan pendampingan serta review evidence zona integritas pada satker Kemenag.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Drs.H.Haeroni, M.Si dalam sambutan dan arahannya ketika didaulat membuka kegiatan ini menyampaikan apresiasinya atas upaya panitia dan tim pokja pembangunan zona integritas Kanwil Kemenag Sulsel yang dinilainya sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan Kemenag Sulsel masuk dalam zona integritas Wilayah Bebas.dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Lanjutnya, bahwa mendapatkan predikat zona integritas itu tidaklah muda. "Cucuran air mata, keringat, bahkan kita mesti "berdarah-darah" untuk bisa mendapatkannya", ucapnya menceritakan pengalamannya ketika bekerjasama dengan pemateri Diyah Rochati dalam memperjuangkan UIN Salatiga masuk zona integritas.

Pada penilaian awal, kata Khaeroni, UIN Salatiga hanya bisa masuk nominasi. Tapi ini sudah sangat luar.biasa. "Kita tidak muluk-muluk dan saya berharap Kemenag Sulsel minimal bisa masuk juga nominasi", ujarnya menambahkan.

Mantan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Salatiga ini kemudian mengimbau kepada peserta perwakilan satker yang ditunjuk sebagai pilot project pembangunan zona integritas agar serius dalam mengikuti materi bimtek dari pemateri Diyah Rochati.

"Beliau ini sudah laris sebagai pemateri sehingga jadwalnya sangat padat. Namun karena saya sebagai mantan atasannya yang mengundang sehingga beliau bersedia mendahulukan Kemenag Sulsel", ucap Khaeroni melayangkan pujiannya kepada Diyah Rochati penerima penghargaan agen perubahan inspiratif dari Menteri Agama RI ini.

Dikatakannya bahwa reward dari pencapaian zona integritas ini sangat luar biasa karena bilamana meraih WBBM maka satker bersangkutan akan mendapatkan tambahan anggaran, dan apabila meraih WBK maka akan mendapatkan tambahan tunjangan sebesar 50 persen dari kekurangan tunjangan kinerja.

Diakhir penyampaiannya, Kakanwil menekankan pentingnya melakukam monitoring dan evaluasi guna memastikan bahwa program yang sedang dijalankan tetap dijalurnya.

Sejumlah pejabat eselon tiga lingkup Kanwil Kemenag Sulsel tampak hadir pada bimtek yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat ini, diantaranya Kabag TU H.Fathurrahman, Kabid PAIS H.Rasbi, Kabid PHU H.Ali Yafid, Kabid Penmad H.Masykur, Pembimas Kristen Marlin Narai, Pembimas Hindu Simon Kendek, Pembimas Budha Pandhit Amanvijaya, serta Kakan Kemenag Makassar, Takalar, Bantaeng dan Wajo. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.