Makassar, (Inmas_Sulsel) – Keberhasilan Santri-santri Sulawesi Selatan melenggangkan kaki di Perguruan Tinggi ternama hasil seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) menjadi prolog singkat Kepala Bidang PD.Pontren, H. Mulyadi mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulsel kala membuka gelaran Rapat Koordinasi yang dirangkaikan Orientasi Manajemen Pengembangan Pondok Pesantren dihadapan  Kepala Seksi PD.Pontren, Kepala Seksi Pendidikan Islam serta puluhan Pimpinan/Pembina Pondok Pesantren Se Sulawesi Selatan, bertempat di Novotel Hotel Makassar, (06/06).

Menurut Mulyadi, ini menjadi pertanda kemampuan pesantren dalam membina anak didik jauh lebih berkembang dari tahun ke tahun, terlebih santri kita dominan setelah pulau jawa yang memang secara kuantitas dan kualitas masih berada diatas kita, akunya.


Tak kalah pentingnya, hal lain yang menjadi fokus diadakannya Rapat Koordinasi saat ini adalah mengambil peran dalam menyampaikan kebijakan kemandirian pondok pesantren agar terwujud pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimal. sambungnya

Pasca launching program Peta Jalan Kemandirian Pesantren beberapa waktu lalu, 9 pondok pesantren telah ditetapkan sebagai pilot project yang salah satu diantaranya adalah pesantren Nahdlatul Ulum Kabupaten Maros ini menjadi penghargaan luar biasa besarnya bagi pengembangan Pendidikan pesantren di wilayah ini.

“Bahwa pesantren yang telah teruji sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan, kini diharapkan juga mampu mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan melalui kemandirian ekonomi”, ujarnya.

Selanjutnya, tidak kurang 1.500 pesantren diseluruh Indonesia juga akan disentuh lewat program ini yang akan diberi bantuan 1 hingga 2,5 milyar/pesantren, yang besar harapan kita agar pesantren di Sulawesi Selatan ini dapat tersentuh setidaknya 1-2 pesantren untuk setiap Kabupaten/Kota yang akan didiskusikan bersama untuk kita lanjutkan sebagai calon penerima dan pelaksana program ini, urainya.

Untuk itulah pada kesempatan kegiatan ini kami mencoba menghadirkan staf Khusus Menteri Agama sebagai salah seorang penanggung jawab program kemandirian pesantren dan beberapa Kyiai pengasuh pondok pesantren ternama di pulau Jawa untuk kita dapat berbagi pengalaman, menimba ilmu bagaimana mengelola pesantren menjadi lebih berdayaguna tidak hanya bagi pesantren dan pendidikannya tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar, sambungnya.

Sedianya beberapa materi kegiatan ini akan diisi diantaranya oleh Dewan Pertimbangan Presiden (2015-2019) KH. Yahya Cholil Staquf, Staf Khusus Menteri Agama, Muhammad Nuruzzaman, Pengasuh Ponpes Al Falah Jekulo Kudus, KH. Ahmad Badawi Basyir dan Pengasuh Ponpes Kauman Lasem Rembang, KH. M. Zaim Ahmad Ma'shoem.


Penulis Muh. Fadli
Editor Muh. Fadli.