Takalar, (HUMAS SULSEL) – Program gerakan sejuta koin wakaf pendidikan madrasah dan pondok pesantren yang dicanangkan Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov.Sulawesi Selatan dalam dua pekan terakhir ini berhasil mengumpulkan donasi dari "wakif" sebesar Rp. 390.616.200.

Jumlah tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Drs.H.Khaeroni, M. Si dalam laporannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Moderen Mahyajatul Qurra Lassang Takalar yang dirangkaikan dengan launching gerakan sejuta koin wakaf pendidikan madrasah dan pondok pesantren. Minggu, 14 Marer 2021.


Dihadapan Plt.Gubernur Sulsel dan Direktur Jenderal Pendidkan Islam Kementerian Agama RI, Khaeroni membeberkan alasan dibalik pencanangan gerakan sejuta koin wakaf pendidikan ini.

"Diawali dari hasil riset yang dilakukan oleh peneliti Hj. Melisa dari Jakarta, dimana disimpulkan perlunya akselerasi dan reaktualisasi pembangunan bidang keagamaan di Indonesia khususnya di Prov. Sulsel dalam rangka pembentengan moral dan etika", ungkapnya.

Selain itu, urai Khaeroni, dari penelitian tersebut melahirkan 4 program pengembangan madrasah, yaitu :1. Madrasah Luar Biasa, 2. Madrasah Aliyah Kebahasaan,  3. Madrasah Edukasi Alam, dan 4. Asrama Anak Pulau.

Dikatakannya, pertimbangan dipilihnya Pondok Pesantren Moderen Mahyajatul Qurra (MQ) Lassang Kab.Takalar masuk dalam program pengembangan pondok pesantren yang dibiayai dari hasil wakaf pendidikan ini,  mengingat perlunya memperkokoh nilai agama di teritorial wilayah selatan Sulsel dan sebagai penyeimbang teritorial wilayah utara Sulsel.


Sementara itu, Bupati Takalar, Syamsari Kitta dalam sambutannya mengungkapkan menyambut baik pembangunan pondok pesantren di Lassang tersebut.

“Dengan kehadiran ponpes ini tidak hanya untuk menaikkan level rata-rata lama sekolah di Kabupaten Takalar, tapi juga menaikkan tingkat kesholehan masyarakat kita,” ujarnya.

Secara khusus Syamsari Kitta mengucapkan apresiasinya kepada Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang telah meluangkan waktunya datang ke Takalar. "Mudah-mudahan kehadiran pak Dirjen mendatangkan banyak berkah buat Takalar", harapnya.

Selanjutnya, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof.Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.Pt.MT berharap pondok pesantren MQ Lassang ini dapat melahirkan ulama pemimpin bangsa untuk dapat berkontribusi besar kepada negara.

"Pembangunan pesantren ini menjadi upaya pengokohan keilmuan melalui lembaga pendidikan Islam yang dibantu semua pihak untuk melahirkan insan berilmu,” jelas Ali Ramdani.

Pada kesempatan ini, Ali Ramdani juga menyerahkan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk Ponpes MQ Lassang sebesar Rp.150.000.000,-. 


Pada acara puncak kegiatan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, dalam arahannya menyampaikam apresiasinya untuk pembangunan pondok pesantren MQ Lassang ini, karena menurutnya, hadirnya pesantren ini merupakan salah satu bentuk program pencegahan dini radikalisme.

“Jadi itu penting sekali bagaimana pencegahan dini terhadap radikalisme. Dengan melakukan itu Insha Allah kita membentuk karakter anak kita yang bagus akhlaknya, punya imun untuk anti radikalisme, sehingga kedepan kita bisa menjadi penerus bangsa yang bebas dari paham-paham yang menyimpang,” tegasnya.

Plt Gubernur berharap, melalui pesantren, Sulsel bisa melahirkan generasi yang lebih baik dan Islami. “Karena modal investasi kita adalah SDM", pungkasnya.

Rangkaian acara yang digelar di halaman Ponpes Modern MQ Lassang ini diakhiri dengan melaunching secara resmi program gerakan sejuta koin wakaf pendidikan dan pondok pesantren di Kab.Takalar oleh Plt.Gubernur Sulsel, didampingi Dirjen Pendis Kemenag RI, Bupati Takalar dan Kakanwil Kemenag Sulsel yang ditandai dengan memasukkan koin kedalam kotak wakaf secara bergantian, dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan gedung Ponpes Modern MQ Lassang yang diperkirakan menelan anggaran sebesar 2 milyar rupiah.

Turut hadir pada acara ini, antara lain Ketua DPRD Kab. Takalar, Staf Ahli Keagamaan Setda Prov.Sulsel, Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel, para Kepala Bidang lingkup Kanwil Kemenag Sulsel serta Kepala Kantor Kemenag kab./kota se Sulawesi Selatan. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.