21 Hari Jelang MQKI 2025, Kakanwil Temui Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar.
Kontributor
Makassar, (Humas_Sulsel) -- Pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional 2025 sisa menghitung hari. Keseriusan Kemenag Sulsel sebagai perpanjangan tangan pelaksana kegiatan dalam mempersiapkan teknis pelaksanaan kini memasuki tahap perampungan. Salah satu yang menjadi titik perhatian adalah kedatangan kafilah negara dan provinsi peserta.
Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid mengakui, tidak kurang dari 2.000an orang, baik peserta, pendamping, tamu undangan beserta rombongan lainnya akan hadir di Sulawesi Selatan.
Upaya antisipasi arus masuk inilah yang menjadi perhatian Kemenag Sulsel untuk datang menemui pihak otoritas bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar, ujar Ali Yafid mengawali.
Ditemui plh. Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar, Wahyuni bersama jajarannya, Kakanwil Kemenag Sulsel menyampaikan permintaan berupa akses kemudahan panitia pelaksana saat bertugas menjemput dan atau mengarahkan peserta dan tamu undangan lainnya demi kelancaran kegiatan MQKI.
"Dukungan dari pihak Otoritas Bandar Udara Makassar tentu menjadi sangat penting sebab kewenangan yang dimilikinya dalam mengatur manajemen arus keluar-masuk orang didalam Bandar Udara, lanjutnya".
"Ini juga merupakan kehormatan kita sebagai masyarakat Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama yang mampu melaksanakan kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub bertaraf Internasional bahkan menjadi yang pertama di dunia", tambah Ali Yafid Selasa (9/9/25).
Selain itu, Ali Yafid juga meminta ruang atau tempat yang mudah diakses peserta agar saat kedatangan, informasi dapat dengan segera didapatkan mengingat lokasi MQKI akan diselenggarakan di Pondok Pesantren As'adiyah Kab. Wajo yang jarak tempuhnya memakan waktu kurang lebih 5-6 jam perjalanan.
Pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025 bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan mengkaji kitab kuning, tetapi juga merupakan momentum syiar keilmuan Islam, penguatan tradisi pesantren, serta ikhtiar mempererat ukhuwah Islamiyah di tingkat nasional dan internasional.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menjaga warisan intelektual ulama sekaligus memperkenalkan khazanah literasi keislaman pesantren Indonesia ke kancah dunia.
Menyambut permintaan Kakanwil Kemenag, Wahyuni selaku plh. Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar menyampaikan dukungan dan kesiapannya untuk melakukan segala upaya sesuai kewenangan yang dimilikinya untuk mendukung kelancaran kegiatan MQKI ini.
Dia berjanji menindaklanjuti permintaan ini dan akan melakukan pertemuan lanjutan bersama pihak yang terkait agar segala kebutuhan penerimaan dan penyambutan kafilah tidak menemui kendala.
Ditempat yang berbeda Kakanwil Kemenag Sulsel yang didampingi oleh Kabid PD. Pontren, H. Muhammad Yunus dan Katim LPQ, H. Ahmad Yani juga mendapatkan kesempatan bertemu menyampaikan hal serupa kepada pihak Angkasa Pura sebagai pihak pengelola operasional dan layanan yang ada di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Darmawan.
Menurut Darmawan, hal ini merupakan langkah positif yang diambil kemenag sulsel dalam upaya kelancaran kegiatan.
Darmawan meminta kesediaan Kemenag Sulsel untuk memberikan kepastian penanggung jawab yang nantinya akan bertugas. "Tentunya disamping koordinasi antar stakeholder bisa lancar juga menjadi jaminan tidak terganggunya operasional dan layanan Bandar Udara lainnya", tutupnya.