Bimas Islam Selayar Raih NKA Tertinggi Nasional, Bukti Kemenag Hadir Dan Berdampak Bagi Umat
Kontributor
Jakarta (Kemenag Selayar)__ Satuan Kerja Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas
Islam) Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menorehkan
prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun
2026, Bimas Islam Selayar berhasil meraih penghargaan Nilai Kinerja Anggaran (NKA) tertinggi
se-Indonesia untuk Program Bimas Islam.
Penghargaan ini
menjadi bukti nyata komitmen Bimas Islam Selayar dalam mengelola anggaran
negara secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga mampu
memberikan dampak langsung bagi umat. Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sendiri
merupakan indikator penting yang mengukur capaian penggunaan anggaran dalam
mendukung pelaksanaan program, mulai dari penyuluhan keagamaan, pembinaan
masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik di
bidang keagamaan.
Keberhasilan ini
tidak lepas dari sinergi seluruh jajaran Bimas Islam Selayar dalam
mengimplementasikan program prioritas Direktorat Jenderal Bimas Islam
Kementerian Agama RI periode 2025–2026. Program-program tersebut difokuskan
pada penguatan
pelayanan keagamaan, peningkatan kapasitas dan profesionalitas penyuluh agama,
penguatan keluarga
sakinah, pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi,
serta pengarusutamaan moderasi beragama di tengah
masyarakat.
Prestasi yang
diraih Bimas Islam Selayar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan
motivasi bagi satuan kerja lainnya, khususnya di lingkungan
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk terus meningkatkan
kinerja dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Dengan pengelolaan yang baik,
setiap rupiah anggaran negara dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat.
Rapat Kerja
Nasional Direktorat Jenderal Bimas Islam Tahun 2026 yang berlangsung dari
tanggal 21-23 Januari 2026 di Jakarta tersebut mengusung tema “Menyiapkan dan
Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya
Implementasi Perilaku Ekoteologis di Indonesia.” Tema ini
menegaskan arah kebijakan Bimas Islam yang tidak hanya berorientasi pada
pelayanan keagamaan, tetapi juga pada pembangunan kesadaran spiritual dan
tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama.
Capaian ini semakin
meneguhkan peran Kementerian Agama sebagai institusi yang hadir, melayani,
dan berdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap
kinerja Kemenag dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun, moderat, dan
berkelanjutan. (BI/Sy)