Bimtek PKB MTs Parepare Angkat “Kurikulum Berbasis Cinta”, Hadirkan Pendidikan Yang Humanis
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) – Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) MTs Kota Parepare menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota
Parepare yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kota Parepare selama 4
hari (19 – 22 Januari 2026).
Kegiatan ini
diikuti oleh 30 orang guru MTs dari
berbagai mata pelajaran dan madrasah se-Kota Parepare. Bimtek
berlangsung dengan suasana hangat, reflektif, dan penuh antusiasme peserta.
Pada hari pertama Bimtek, materi yang diusung adalah “Kurikulum
Berbasis Cinta”, yang disampaikan langsung oleh pemateri dari Balai Diklat Keagamaan Makassar, Zainal, pada Senin (19/01/2026).
Dalam
pemaparannya, Zainal menegaskan bahwa cinta
merupakan inti dari proses pendidikan. “Cinta adalah kurikulum sejati.
Ilmu yang tidak berdasarkan cinta hanya akan menghasilkan kecerdasan yang
kering, menciptakan generasi yang cerdas secara kognitif namun miskin empati,”
ungkapnya.
Ia juga
menekankan bahwa tugas pendidik adalah menghadirkan
cinta dalam setiap interaksi, materi, dan kesempatan belajar, melalui
konsep Panca Cinta, yaitu: Cinta
kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta kepada diri sendiri dan sesama, Cinta
lingkungan, Cinta ilmu dan Cinta tanah air.
Diskusi
interaktif yang penuh keakraban mewarnai sesi pendalaman materi. Peserta
terlibat aktif berdialog dengan narasumber serta antarpeserta untuk memperkuat
pemahaman konsep Kurikulum Berbasis
Cinta. Komitmen para pendidik dalam menghadirkan nilai cinta diwujudkan
melalui pengerjaan soal-soal reflektif yang disajikan narasumber menggunakan
aplikasi, dengan muatan Panca Cinta sebagai inti jawaban.
Ketua MGMP MTs Kota Parepare, Sitti Amirah Rasyid, yang bertindak
sebagai moderator, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih
kepada narasumber atas paparan materi yang dijelaskan dengan penuh cinta dan
sangat menginspirasi kami. Terima kasih juga kepada rekan-rekan pendidik yang
telah mengikuti bimtek dengan penuh semangat. Mari kita memanusiakan anak didik
kita, dimulai dari diri kita sendiri, karena cinta profesional pendidik
tercermin dari keteladanan,” tuturnya.
Sementara itu,
salah seorang panitia kegiatan, Kharlina
Mathar, mengaku sangat termotivasi dengan terselenggaranya Bimtek
tersebut.
“Kami menjadi
lebih semangat untuk mengajar dengan hati. Materi yang disampaikan sangat
relevan, menyentuh sisi kemanusiaan, dan mudah dipahami,” ujarnya.
Melalui penerapan
Kurikulum Berbasis Cinta,
diharapkan para pendidik mampu mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam
setiap interaksi dan aktivitas pembelajaran, sehingga tercipta suasana belajar
yang hangat, humanis, serta dilandasi rasa kekeluargaan dan kebersamaan di
lingkungan madrasah.(Rs/Wn)