Daerah

Bimtek PKB MTs Parepare Angkat “Kurikulum Berbasis Cinta”, Hadirkan Pendidikan Yang Humanis

Foto Kontributor
Nurwina Busrah

Kontributor

Rabu, 21 Januari 2026
...

Parepare, (Kemenag Parepare) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs Kota Parepare menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Parepare yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kota Parepare selama 4 hari (19 – 22 Januari 2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang guru MTs dari berbagai mata pelajaran dan madrasah se-Kota Parepare. Bimtek berlangsung dengan suasana hangat, reflektif, dan penuh antusiasme peserta.

Pada hari pertama Bimtek, materi yang diusung adalah “Kurikulum Berbasis Cinta”, yang disampaikan langsung oleh pemateri dari Balai Diklat Keagamaan Makassar, Zainal, pada Senin (19/01/2026).

Dalam pemaparannya, Zainal menegaskan bahwa cinta merupakan inti dari proses pendidikan. “Cinta adalah kurikulum sejati. Ilmu yang tidak berdasarkan cinta hanya akan menghasilkan kecerdasan yang kering, menciptakan generasi yang cerdas secara kognitif namun miskin empati,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa tugas pendidik adalah menghadirkan cinta dalam setiap interaksi, materi, dan kesempatan belajar, melalui konsep Panca Cinta, yaitu: Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta kepada diri sendiri dan sesama, Cinta lingkungan, Cinta ilmu dan Cinta tanah air.

Diskusi interaktif yang penuh keakraban mewarnai sesi pendalaman materi. Peserta terlibat aktif berdialog dengan narasumber serta antarpeserta untuk memperkuat pemahaman konsep Kurikulum Berbasis Cinta. Komitmen para pendidik dalam menghadirkan nilai cinta diwujudkan melalui pengerjaan soal-soal reflektif yang disajikan narasumber menggunakan aplikasi, dengan muatan Panca Cinta sebagai inti jawaban.

Ketua MGMP MTs Kota Parepare, Sitti Amirah Rasyid, yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada narasumber atas paparan materi yang dijelaskan dengan penuh cinta dan sangat menginspirasi kami. Terima kasih juga kepada rekan-rekan pendidik yang telah mengikuti bimtek dengan penuh semangat. Mari kita memanusiakan anak didik kita, dimulai dari diri kita sendiri, karena cinta profesional pendidik tercermin dari keteladanan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang panitia kegiatan, Kharlina Mathar, mengaku sangat termotivasi dengan terselenggaranya Bimtek tersebut.

“Kami menjadi lebih semangat untuk mengajar dengan hati. Materi yang disampaikan sangat relevan, menyentuh sisi kemanusiaan, dan mudah dipahami,” ujarnya.  

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan para pendidik mampu mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam setiap interaksi dan aktivitas pembelajaran, sehingga tercipta suasana belajar yang hangat, humanis, serta dilandasi rasa kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan madrasah.(Rs/Wn)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default