Daerah

Gemilang Di Panggung Nasional, Dua Santri MAS As’adiyah Dapoko Sabet Juara Hasanuddin Championship 2

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Senin, 29 Desember 2025
...

Makassar (Kemenag Bantaeng) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri MAS Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko. Dua santri terbaiknya berhasil meraih juara pada Kejuaraan Pencak Silat Hasanuddin Championship 2 Tingkat Nasional yang digelar di GOR Sudiang Makassar sejak 27 Desember 2025 lalu, Minggu (28/12).

Kejuaraan bergengsi ini secara resmi dibuka pada Sabtu lalu oleh Ketua Harian IPSI Sulawesi Selatan, Muhammad Arif, yang hadir mewakili Ketua Umum IPSI Sulsel. Ajang nasional tersebut diikuti sebanyak 1.873 atlet pencak silat dari 68 kontingen berbagai perguruan dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Kejuaraan Hasanuddin Championship 2 Tingkat Nasional mempertandingkan kategori tanding dari berbagai jenjang usia, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Dewasa hingga Master.

Ajang ini menjadi panggung penting bagi atlet-atlet muda hingga senior untuk mengasah kemampuan, membangun mental juara, serta menunjukkan hasil pembinaan berkelanjutan dari masing-masing perguruan pencak silat.

Dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Perisai Emas Nusantara ini, santri MAS Ponpes As’adiyah Dapoko atas nama Ahmad Nazal Awal Ramadhan berhasil meraih Juara 1 pada kategori Kelas Bebas, sementara M. Arzyaq sukses meraih Juara 2 pada kategori Kelas G.

Prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan serta semangat juang santri dalam mengharumkan nama pesantren di tingkat nasional. Keberhasilan kedua santri tersebut tidak lepas dari peran pelatih Adi, yang sekaligus mendampingi mereka selama kejuaraan berlangsung.

Adi dikenal sebagai pelatih pencak silat yang telah malang melintang di berbagai ajang pencak silat di Sulawesi Selatan, dengan pengalaman panjang dalam membina dan mencetak atlet-atlet berprestasi.

Kepala Madrasah Aliyah As’adiyah Dapoko Gurutta Kiai Sudirman Sappara, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Ahmad Nazal dan M. Arzyaq. Ini adalah hasil dari kerja keras santri, bimbingan pelatih, serta dukungan semua pihak. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri MAS Ponpes As’adiyah Dapoko untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama madrasah di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Gurutta Kiai Hamzah Israil.

“Prestasi ini adalah karunia Allah SWT dan buah dari kesungguhan, disiplin, serta doa. Kami bangga karena santri As’adiyah Dapoko mampu berprestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan adab, akhlak, dan nilai kepesantrenan. Semoga capaian ini menjadi keberkahan dan memotivasi seluruh santri untuk terus berikhtiar menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan berprestasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad Nazal Awal Ramadhan mengungkapkan rasa syukur atas capaian juara pertama yang diraihnya. Ia mengaku sempat merasa khawatir di awal pertandingan karena ketatnya persaingan.

“Di awal saya sempat khawatir karena melihat begitu banyak pesilat dari berbagai perguruan dan sekolah. Namun saya terus menekankan dalam diri bahwa saya harus yakin dengan kemampuan saya sendiri. Saya berusaha fokus dan bertawakal, dan Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan keyakinan saya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan M. Arzyaq, peraih Juara 2 Kelas G, yang menilai setiap laga sebagai pengalaman berharga.

“Lawan tanding kami bukan lawan biasa. Kekuatan dan ketangkasan mereka sangat bagus. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik di setiap pertandingan, mengikuti arahan pelatih, dan tetap fokus. Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berada di posisi kedua pada kejuaraan nasional ini,” tutur Arzyaq.

Hasanuddin Championship 2 merupakan salah satu event pencak silat terbesar di penghujung tahun 2025 yang sarat dengan nilai sportivitas dan persaudaraan. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga tetap kokoh sebagai warisan budaya bangsa yang diminati generasi muda.

Kejuaraan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kesehatan Kota Makassar, yang berperan besar dalam mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi santri MAS Ponpes As’adiyah Dapoko lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta mengharumkan nama madrasah, pesantren, dan daerah di tingkat Nasional. (umr)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default